Halosumsel.com-
Setelah sebelumnya petugas Polsek Seberang Ulu I berhasil menangkap spesialis perampokan di kawasan Jakabaring, Moniko Saputra alias Acol alias Unyil, kini dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek SU I Iptu Azwar kembali meringkus salah satu ABG yang juga terlibat dalam aksi perampokan terhadap korban Muhammad Ridho Rizki (14) warga Perum OPI Tahap II, Jalan OPI V Lorong Kenanga Blok H No 4 Kelurahan 15 Ulu, ketika melintas di Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I pada Selasa (10/1) pukul 15.30 WIB.
Tersangka Sela Liana alias Lalak (15) warga Jalan DI Panjaitan Lorong Pahlawan 1 RT 05 RW 02 No 569 Kelurahan Bagus Kuning Kecamatan Plaju diringkus dikediamannya pada Jum’at (3/2) siang. Tanpa perlawanan, tersangka dibawa ke Polsek berikut barang bukti satu unit Handphone Oppo tipe A37 warna Gold.
“Memang saat itu saya dan Acol berboncengan melintasi lokasi. Lalu saya memanggil korban dan dia pun stop. Setelah itu, kami mendekatinya dan meminta uang. Karena uang yabg diberikannya sebanyak Rp 10 ribu bagi kami tidak cukup untuk merokok, maka kami meminta tambahan. Dia mengeluarkan handphone, saya sambar saja handphone itu,” jelas tersangka Lalak kepada sejumlah wartawan.
Dengan berbagi tugas, Acol menodong korban dengan pisau, Lalak merampas handphone, mereka pergi meninggalkan korban yang berstatus masih pelajar itu.
“Handphonenya sudah saya jual seharga Rp 700 ribu, saya mendapat bagian Rp 50 ribu. Lalu, Ayu dan Wulan juga mendapat bagian yang sama dengan saya, karena mereka diberi oleh Acol,” beber anak sulung dari empat bersaudara ini.
Kapolsek Seberang Ulu I, Kompol Khalid Zulkarnain didampingi Kanit Reskrim Polsek SU I, Ipth Azwar membenarkan penangkapan tersangka berikut barang bukti satu unit handphone jenis OPPO tipe A37 Gold.
“Kawanan tersangka ini, tinggal satu lagi yaitu berinisial A. Kami sudah mengantongi identitas lengkapnya, kini masih kami buru, doakan saja agar cepat tertangkap,” ujar Azwar, saat disambangi diruang kerjanya.
Lebih jauh, pria berpangkat balok dua ini menjabarkan para tersangka merupakan spesialis pencurian dan kekerasan.
“Modus mereka menyetop korbannya ditengah jalan. Dengan menodongkan pisau, meminta uang dan meminjam handphone. Setelah itu melarikan diri. Kini kami masih terus melengkapi berkas perkaranya,” tegasnya menutup perbincangan. (agustin selfy)

