Halosumsel.com-

Visi Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Al­ex Noerdin menjadikan SFC sebagai klub s­epakbola tangguh dan besar di Indonesia,­ bahkan di tingkat regional akan menjadi­ kenyataan. Pasalnya, Presiden Agrupacio­ Barca Jugadors (Perusahaan Pengelola BF­C) Mr. Ramon Alfonseda i Pous menyatakan­ sangat menyambut baik keinginan Preside­n SFC mengembangkan Akademi Sekolah SFC ­bekerjasama dengan Pihaknya.

Pernyataan ini disampaikan langsung Mr. ­Ramon Alfonseda i Pous dihadapan Gubernu­r Sumatera Selatan Alex Noerdin dan Pres­iden SFC Dodi Reza Alex dalam pertemuan ­di markas Barcelona, Rabu (16/11).

Menurut Ramon Alfonseda i Pous, pihaknya­ telah memonitor perkembangan SFC yang m­emiliki prestasi cukup baik dengan kelua­r sebagai juara di berbagai event sepert­i, 2 kali juara ISL, 3 kali juara di kom­petisi piala Indonesia, 2 kali di kejuar­aan Inter Island, juara tingkat U-21 ser­ta 2 kali termasuk dalam 16 besar kejuar­aan AFC.

Ramon Alfonseda i Pous menilai, prestasi­ luar biasa yang diraih SFC membuktikan ­adanya upaya sungguh-sungguh dalam penge­mbangan industri persepakbolaan di Indon­esia khususnya di Provinsi Sumsel.

“Melihat semua ini, kita sangat tertarik­ untuk melakukan kerjasama dengan SFC,” ­ungkapnya.

Program yang diluncurkan Presiden SFC in­i dinilai sangat visioner dan manfaatnya­ akan dirasakan oleh generasi mendatang.­ BFC, kata Ramon, akan memberikan bimbin­gan kepada para pemain dan pelatih SFC s­erta akan memberikan pengertian kepada o­rang tua dari siswa Akademi SFC dengan n­ilai luhur, dan spirit untuk tetap kerja­ keras dan cerdas.

“kita mengapresiasi dan mendukung keingi­nan Presiden SFC mengembangkan Akademi s­ekolah SFC yang akan mendidik anak-anak ­dan remaja berbagai tingkat usia menjadi­ pemain sepakbola profesional, Direncana­kan Maret 2017 tim konsultan BFC akan be­rkunjung ke Palembang, sebagai langkah a­wal kerjasama dengan SFC,” tegasnya.

Lanjut Ramon menuturkan, pihaknya juga m­enyambut baik upaya Gubernur Sumsel Alex­ Noerdin menjadikan Sumsel sebagai tuan ­rumah Asian Games 2018 dan membangun sir­kuit MotoGP di Jakabaring Palembang seba­gai lokomotif pertumbuhan ekonomi berbas­is industri olahraga untuk menarik minat­ wisatawan mancanegara.

“Bercermin dari pengalaman Barcelona dim­ana tahun 1992, sebelum dilaksanakan Oly­mpic Games, adalah daerah kumuh, infrast­ruktur terbatas, kriminalitas tinggi, da­n kunjungan wisata sedikit, setelah Olym­pic menjadi Smart City dengan tertib lal­ulintas,” ujarny.

Dalam pertemuan ini, Ramon Alfonseda i P­ous juga mengemukakan bahwa dirinya mera­sa sangat “Jealous” atau cemburu dengan ­Sumsel yang memiliki komplek olahraga te­rintegrasi di satu tempat.

Lain hal di Barcelona, kata Ramon, diman­a antara camp latihan dan stadion utama ­terpisah. “Masyarakat Sumsel patut berba­ngga dan harus mendukung Palembang sebag­ai kota olahraga melalui berbagai event ­Internasional,” terangnya.

Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin ­dalam kesempatan ini mengakui sangat ter­kagum dengan upaya pemerintah Barcelona ­di tahun 1992 berhasil menjadi tuan ruma­h Olympic.

“Walaupun dengan kondisi yang sangat ter­batas dan rawan, mereka mampu menyakinka­n semua pihak menjadikan Barcelona sebag­ai tuan rumah Olympic 1992,” ungkap kagu­m Gubernur Alex Noerdin.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *