Halosumsel.com-

Puluhan atlit National Paralympic Comittee (NPC) mendatangi DPRD Sumsel untuk mengadukan nasibnya yang beberapa hari lalu mengalami nasib tragis pada saat mengkiuti pemusatan latihan daerah di Jakabaring Sport City karena harus dilarikan kerumah sakit lantaran kurang makan

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumsel Ryan Yohwari mengatakan,” sejak tahun 2015, kami tidak lagi dianggarkan di APBD Sumsel untuk para atlit, padahal sejak tahun 2005 pemprov sumsel sudah menganggarkan biaya atlit NPC,” ungkapnya

Lanjut Ryan,”kita meminta dewan untuk turun kelapan melinhat langsung kondisi di wisma artlit,
para atlet tersebut merupakan kontingan Sumsel yang disiapkan untuk mengikuti perhelatan multi event olahraga akbar kaum disabilitas pada Pekan Paralympian Nasional (Peparnas) di Kota Kembang, Jawa Barat, Oktober 2016 mendatang. Ironisnya, selama pelatda berlangsung tak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami lagi kesulitan dana, anggaran kecil belum cair juga. Akibatnya, atlet-atlet terbengkalai sehingga sampai masuk rumah sakit karena kurang makan,” bebernya
Menurutnya, kurang makan itu lantaran pemerintah hanya menganggarkan biaya makan bagi 70 porsi, sementara total atlet dan pelatih yang mengikuti pelatda berjumlah 104 orang. Padahal, seluruh atlet harus berlatih setiap hari sehingga memerlukan asupan yang cukup.

“Biar semuanya bisa makan, terpaksa kami mengurangi porsi, bagi-bagi dengan yang lain. Akhirnya porsi makan kami berkurang, tak seimbang dengan jadwal latihan setiap hari,” ujar Ryan.

Pria yang pernah menjadi juara dunia bulutangkis disabilitas tahun 2011 itu menambahkan, kontingennya juga berjuang dengan bendera Sumsel pada Peparnas Oktober nanti. Bahkan, secara prestasi atlet disabilitas tak diragukan lagi dengan bukti bahwa atlet disabilitas mampu hingga ke level olimpiade atas nama Jendy Pangabean.

“Kami berharap pemerintah bisa iba. Karena status NPC dengan KONI sudah disamakan oleh Menpora sejak Maret 2015 lalu. Kami berprestasi untuk Sumsel juga, tapi ternyata seperti tak diperhatikan,” kata dia.

“Sekarang kami terpaksa bertahan saja meski kondisi kami sekarang memprihatinkan, bisa-bisa masuk rumah sakit lagi,” tambah dia.

Ryan menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Sumsel yang terkesan tak perhatian kondisi atlet disabilitas. Buktinya, beberapa kali melayangkan surat audiensi kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin, namun tak pernah digubris.

“Sudah sepuluh kali kami ajukan audiensi, tak pernah sama sekali diterima. Padahal NPC setingkat KONI, dan Pak Alex juga ketua KONI provinsi,” tutupnya

Sementara itu Ketua Komisi V DPRD Sumsel Pahlevi Maizano mengatakan,” pemda sumsel harus memperhatikan para atlit ini, dalam waktu dekat kita akan memanggil Dispora untuk diminta keterangan dan bagaimana solusinya,” singkatnya

(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *