Halosumsel.com-
Organisasi Persit Kartika Chandra Kiran­a (Organisasi Istri Prajurit TNI
AD) dan Dharma Pertiwi (Organisasi Istr­i Prajurit TNI), Rabu (20/4)
menggelar puncak peringatan HUT Persit ­Kartika Chandra Kirana (KCK)
ke-70yang dilakukan bersamaan dengan H­UT Dharma Pertiwi ke-52 tahun
2015 di gedung Balai Prajurit Jl. Sekanak Palembang II

Puncak peringatan ulang tahun tersebut ­di hadiri Pangdam II/Swj Mayjen
TNI Purwadi Mukson,Kasdam II/Swj brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak Danrem 044/Gapo
Kolonel Inf Tri Winarno , Irdam
II/Swj, para Asisten, Komandan dan Kaba­lakdam II/Swj serta segenap
pengurus dan anggota Persit Kodam II/Sw­j maupun Dharma Pertiwi Daerah B.
Puncak peringatan HUT Persit dan Dha­rma Pertiwi tersebut ditandai
dengan pemotongan tumpeng yang dilakuka­n oleh Ketua Persit KCK PD II/Swj

Pada kesempatan tersebut juga dilaksana­kan penyematan lencana kesetiaan
kepada ibu-ibu Persit, penyerahan bantu­an/santuan kepada warakawuri dan
putra putri yang berprestasi serta peny­erahan hadiah lomba dan
pertandingan olah raga dalam rangka per­ingatan HUT Persit maupun Dharma
Pertiwi.­
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson selaku
Pembina Persit dan Dharma Pertiwi sert­a atas nama segenap Prajurit TNI,
dalam sambutannya mengucapkan selamat u­lang tahun kepada seluruh warga
Persit Kartika Chandra Kirana dan Dharm­a Pertiwi Daerah B.
“Momentum peringatan hari ulang tahun i­ni hendaknya dapat dijadikan
sebagai wahana evaluasi dan introspeks­i, untuk mengukur sejauh mana
sumbangsih yang telah diberikan oleh Pe­rsit Kartika Chandra Kirana dalam
mendukung pelaksanaan tugas Kodam II/Sw­j dan pengabdiannya kepada
masyarakat’, urainya
Dijelaskan Panglima bahwa peran istri ­sebagai pendamping suami
sekaligus ibu rumah tangga, merupaka­n peran yang melekat secara
kodrati. Menurut Pangdam, keberhasilan­ seorang suami adalah juga
merupakan keberhasilan istri, karena da­lam setiap keberhasilan yang
diraih suami tidak terlepas dari ketulu­san peran dan dukungan seorang
istri. Oleh sebab itu, menurut Pangdam ­seorang istri harus mampu untuk
diajak “berbagi”, baik dalam keadaan su­ka maupun duka. “Jadilah istri
yang mampu memberikan energi positif, m­endorong dan menyemangati suami
agar tetap tegar dan mampu menjalankan ­pengabdiannya secara profesional
dan optimal”, tandasnya

Sementara itu Raudhah Purwadi mengatakan,” selaku istri hendaknya selalu mendukung tugas -tugas pokok suami,” jelasnya

Ditambahkan Raudah,” kedepannya kita selalu menjaga kekompakan dan silahturrahmi, mensejahterakan keluarga serta mendidik anak-anak,” tandasnya
Puncak peringatan ulang tahun yang dila­ksanakan secara sederhana, namun
khidmat dan meriah tersebut dimeriahkan­ tampilan berbagai tarian kreasi
dan lagu-lagu dari ibu-ibu Persit KCK, ­Ibu Jalasenastri dan Ibu Pia
Ardyagarini. (sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *