Halosumsel.com-
Kelompok pelaku pungutan liar (Pungli) disepanjang perjalanan Lintas Timur Sumatera Wilayah Banyuasin dan terparah di wilayah Musi Banyuasin Timur terakhir ini kian marak dan meresahkan pengguna jasa jalan tersebut, ironisnya lagi sekelompok pelaku pungli itu justru disekitar kantor Polisi.
Sekelompok pelaku pungli dalam melakukan aksinya dengan memanfaatkan pasilitas jalintimsum pada kondisi rusak, baik pada ruas jalan dan jembatan yang dalam kondisi rusak bahkan ada yang memanfaatkan dilokasi perbaikan Box Clumper.
Tidak tanggung-tanggung dalam aksinya dilakukan lebih 5 orang dengan modus berbagai peranan ada yang mengatur arus, berpura-pura memperbaiki kerusakan jalan juga ada beberapa orang yang membawa kotak uang dengan meminta paksa dengan mengintimidasi para pengendara.
Pungutan liar itu sering dilakukan sekelompok orang tersebut pada malam hari pada kerusakan jalan diwilayah Betung Kabupaten Banyuasin dan dilima titik yang ada diwilayah kecamatan Babat Supat, Sungai Lilin, Tungkal Jaya dan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.
Dari pantauan Wartawan media ini yang terparah dilakukan sekelompok pelaku pungli ada di Jembatan Desa Peninggalan dan aksi dilokasi yang satu ini sekelompok pelaku pubgli tersebut dengan sengaja membuat antrian kendaraan karena mereka seolah sedang memperbaiki kerusakan jalan diatas jembatan itu.
Anggota Polsek Tungkal Jaya sekitar pukul 21.00 wib (6/3) yang mengenakan seragam propos membenarkan kalau dilokasi diatas jembatan itu ada aksi sekelompok orang melakukan pungli terhadap pengemudi berbagai jenis kendaraan yang melintas dan saya tadi juga sudah lihat sendiri disana bahkan ikut mendorong ada truk yang sempat mogok. Karena ada truk yang mogok itulah ruas jalan ini sempat mengalami kemacetan.
Sementara Kapolres Muba AKBP M Ridwan saat diminta konfirmasi via ponsel yang ada aktif tidak diangkat di SMS pun hingga berita ini diterbitkan belum ada balasan, padahal aksi pungli diwilayahnya saat ini sangat marak bahkan yang lokasinya berdekatan kantor polisi pun anggotanya terkesan melakukan pembiaran.(tim/waluyo)

