Halosumsel.com-

Untuk mewujudkan peningkatan tingkat compliance (kepatuhan) Transparansi Industri Ekstraktif Indonesia atau Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) Indonesia.

Pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah melakukan peningkatan akuntanbilitas khususnya sektor minyak dan gas bumi (migas) sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintah yang baik.

Pasalnya sektor migas dianggap vital dan dinilai sebagai penggerak roda perekonomian nasional. Dengan adanya laporan EITI, pemerintah daerah  (pemda) juga dituntut untuk menyampaikan penerimaan industri ekstraktif dari setiap perusahaan yang beroperasi di daerahnya. Nantinya diharapkan partisipasi pemda berkontribusi terhadap tingkat compliance EITI Indonesia.

Menurut Asisten Deputi Industri Ekstraktif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ahmad Bastian Halim, Rabu (28/9) mengungkapkan, hal ini menjadi penting karena EITI merupakan standar yang dikembangkan secara internasional untuk mempromosikan transparansi pendapatan minyak, gas dan pertambangan di tingkat nasional. Adanya inisiatif ini diharapkan membawa sejumlah keuntungan bagi Indonesia.

“Setiap tahunnya standar EITI mengalami perubahan, karena setahun sekali  ada world meeting dan salah satu yang dibicarakan yaitu  mengenai ada tidaknya perubahan standar EITI,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Bastian Halim, pihaknya mengadakan evaluasi terkait standar EITI yang ditetapkan bisa diakomodir oleh Indonesia. Apalagi saat ini pemerintah  Indonesia turut gencar mendukung EITI.

“Banyak sekali support dari pemerintah Indonesia, seperti undang-undang keterbukaan informasi salah satunya untuk melihat bagaiamana informasi yang disampaikan stake holder sesuai serta dukungan dari KPK juga sama,  mereka melakukan kegiatan subtansi mengenai transparansi  pengelolaan anggaran di bidang perusahaan,” Tutup Bastian (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *