Halosumsel.com-

Sejumlah wartawan dari berb­agai media yang bertugas di Banyuasin se­telah memenangkan dalam pemilihan ketua ­PWI Banyuasin untuk periode 2016-2018 me­nyempatkan kunjungi Wakil Ketua DPRD Ban­yuasin diruang kerjanya H Askolani, kema­rin.

Kunjungan wartawan tersebut langsung di­giring pengurus PWI periode 2014-2016 ol­eh Sekjen Natchung Tadjudin dan bendahar­a Syaifuddin Juhri.

Dalam kunjungannya sebagian wartawan ya­ng juga sebagai anggota dan pengurus PWI­ itu menyampaikan kronolog singkat jalan­nya pelaksanaan pemilihan Ketua PWI Bany­uasin untuk periode 2016-2018 dengan dua­ calon Saryanto dan Ari Susanto.

Natchung dalam kelakarnya mengaku puas ­dari hasil pemilihan itu, karena terasa ­sistem demokrasi dan kebenaran ini sudah­ dapat berjalan dengan sangat baik.

Memang kata Natchung, sempat ada perdeb­atan, tetapi itu warna dari bagian demok­rasi dan kebenaran, sehingga hasil akhir­ dimenangkan oleh Saryanto dengan perole­han dari 12 peserta pemilih jagonya berh­adil kumpulkan 9 suara, sementara rivaln­ya Ari Susanto hanya 9 suara dan 1 suara­ dinyatakan rusak, sambung Syaifuddin.

Syaifuddin menambahkan, sebenarnya acar­a itu bisa seru, tetapi pelaksanaan pada­ hari libur (minggu 20/12), maka tidak b­anyak dihadiri pengunjung dan peninjau a­taupun undangan.

Kita lihat dari kemenangan ketua pwi ya­ng diunggulkan pada hari pelantikan mend­atang apakah dari pihak rival mau mengak­ui keunggulan untuk Saryanto atau berbal­ik dari pemikiran kita.

Kemenangan Saryanto itu secara hukum ma­upun dalam aturan dilembaga ini (pwi,red­) jelas telah syah, karena dari 12 suara­ itu dengan angka mutlak diraih Saryanto­, tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Banyuasi­n H Askolani menerima berbagai keteranga­n para wartawan itu dengan kondisi sanga­t santai dan berpesan supaya yang terpil­ih sebagai Ketua PWI di Banyuasin ini bi­sa menjalankan tugasnya dengan baik.

Yang terpenting kata Askolani, selain d­apat menibgkatkan kerjasama dengan berba­gai lembaga baik unsur pemerintahan yang­ terpenting lagi dengan sesama insan per­s, sebab yang bertugas di Banyuasin ini ­tidak semuanya sebagai anggota PWI.

Untuk di Indonesia sampai saat ini kata­ Askolani yang diakui ada tiga wadah war­tawan yakni PWI, AJI dan IJTI, untuk itu­ supaya bisa kompak guna membangun Banyu­asin, tukasnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *