JAKARTA Halosumsel –

Dia tampil elegan saat mendampingi Hj Delima menari pada perhelatan Sang Maestro Rabu malam (5/6) kemarin di Gedung Kesenian Jakarta.

Mengenakan kebaya modern berwarna ‘baby pink’ dan kain songket senada, Reni menari disebelah kiri Delima. Jemarinya yang lentik bergerak kompak dengan alunan musik tarian Gending Sriwijaya yang terkenal dan telah ditetapkan pemerintah sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Sumatera Selatan.

Tidak banyak yang tahu, jika Reni adalah putri sulung almarhumah Sukainah, pencipta Tari Gending Sriwijaya itu.
Sebagai putri penari istana, Renipun suka menari. Perempuan yang bernama lengkap Herwani Rokaibah Rosad ini mewarisi darah seni ibunya dan sudah menari sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Sejak SD saya sudah menari walau masih sebagai ‘anak bawang, tapi saya sudah tampil di Istana Bogor,” katanya di Jakarta Kamis siang (6/7).

Perempuan kelahiran Palembang, 2 Maret 1948 ini masih terlihat cantik dan tetap terus menari hingga kini. Lewat sanggar tari Sukainah Sriwijaya miliknya yang berada di Jalan Tanjung No 7 Tomang Raya, Jakarta Barat, Reni menjadi pelatih tari dan mewariskan kepiawaiannya menari kepada anak didiknya yang sudah berjumlah ratusan orang.

Reni adalah keponakan Hj. Delima. Para sepupunya juga penari istana. Sebut saja Asri Rozak. Sementara dalam keluarga Reni merupakan generasi ke empat yang telah menari di tiga istana.
Generasi pertama Delima, ke dua Sofariah Rozak, ke tiga Rahmaliati (Rama) dan generasi ke empat Asia Sarimah, (Asri) dan Reni. “Sekarang saya serahkan kepada anak-anak sebagai penerus generasi selanjutnya,” kata Reni.

Anak sulung dari delapan bersaudara tiga perempuan dua laki-laki ini belajar menari sejak tahun 1960. Tidak.hanya tari Gending Sriwijaya yang dikuasai Reni, tetapi Tari Piring Palembang. Pagar Pengantin, dan Tari Tanggai juga dia ajarkan kepada anak. Sanggarnya sering diminta untuk tampil diberbagai acara baik acara pernikahan maupun acara resmi lainnya. Kamis (6/7) malam ini Reni akan kembali tampil mendampingi Delima menari pada Panggung Maestro 2023.


Dia berharap melalui tari tutur musik rasa dan gerak, warisan budaya akan semakin lestari lewat kegiatan-kegiatan yang peduli akan kesenian nasional. Tidak hanya tampil secara nasional tapi juga international l. (Ida Syahrul)