Palembang, Halosumsel – Reses anggota DPRD Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan dipimpin Ketua DPRD Sumsel, Dr Hj RA Anita Noeringhati. SH. MH., di puskesmas lorok Pakjo kelurahan Siring Agung kecamatan Ilir Barat I kota Palembang, sangat dinantik-nantikan kelompok posyandu kecamatan Ilir Barat I. Dalam sesi tanya jawab dengan kader posyandu, akhirnya Anita Noeringhati, dengan sukarela membantu relawan posyandu untuk memberikan makanan tambahan kepada sebanyak 17 posyandu masing-masing Rp 1 juta rupiah.

“Kita bantu untuk makanan tambahan dulu yah ibu-ibu. Untuk keperluan lainnya seperti penyediaan meja, kursi serta baju seragam relawan posyandu nanti menyusul setelah 14 Februari 2024 mendatang,” janji Anita. Sementara itu, dalam resesnya Anita juga mengenalkan masing-masing dapil asal Sumsel I. Antara lain, Mgs Syaiful Padli. ST. MM dari fraksi PKS, Chairul S Matdiah dari fraksi Demokrat. Kartak SAS, dari fraksi PKB, Ir Yudha Rinaldi dari PDI Perjuangan serta Prima Salam dari partai Gerindra.

Dijelaskan politisi asal partai berlambang beringin ini, terkait masalah stunting bukan hanya sekedar pemberian makanan tambahan semata. Terlebih bagaiman bisa mengedukasi remaja putri yang akan menikah. Dimana mereka sebelum hamil, kemudian hamil serta melahirkan sudah diajarkan mengenai keseimbangan gizi. “Langkah ini akan mengurangi stunting pada anak,” kata dia.

Anita juga menyebut, stunting sebenarnya merupakan tupoksi BKKBN. “Ini sudah diampaikan dalam forum bagaimana BKKBN bisa bersinergi secara anggaran. Kita juga mendengar adanya keluhan masyarakat pra sejahtera ngenai berobat gratis. Mereka kesulitan untuk menggunakan kartu prasejahtera dalam berobat secara gratis,” ungkapnya. Ini sambungnya, merupakan PR bersama untuk melaporkan masyarakat pra sejahtera dan belum mendapatkan bantuan dari pemeritnah. Baik berobat grats, BLT dan lain sebagainya.

 

Terpisah, kepala dinas kesehatan kota Palembang dr H Penti, mengatakan sejauh ini tercatat ada sebanyak 42 puskesmas. Puskesmas ini sendiri tersebar di-18 kecamatan yang ada. Sebagian dari puskesmas dalam proses akreditasi utama sebanyak 6 buah. Selain itu, sebanyak 36 puskesmas masuk dalam kategori paripurna. “Ini merupakan capaian tertinggi di Indonesia. Puskesmas sendiri merupakan pilihan masyarakat. Dimana setiap kunjungannya lebih dari 100 pasien yang berobat. Bahkan ada 200 pasien lebih,” kata dia.

Dia juga mengatakan kasus stunting sendiri sejauh ini di kecamatan Ilir Bart I ada sebanyak 8 kasus. “Sudah kita tangani dan mendapatkan bantuan pangan tambahan. Dan sejauh ini semua OPD sekota Palembang sudah menjadi ayah bagi anak-anak stunting. Diwajibkan bagi OPD untuk memberikan telur kepada anak yang stunting setiap hari,” kata dia. Secara keseluruhan kasus stunting di kota Palembang mengalami penurunan.

Sementara itu, menyuport posyandu Dinkes kota Palembang, memberikan bantuan transport sebesar Rp 100 ribu perbulan. Setiap posyandu akan mendapatkan bantuan dan besarnya anggaran untuk semua posyandu dikota Palembang Rp 1,2.miliar. ada sebanyak 944 posyandu tersebar dengan jumlah kader dikota Palembang hampir 5 ribu,” ujarnya. Sementara itu, dalam reses kemarin (29/1/2024) kepala puskesmas Lorok Pakjo, dr Novi, mengusukan tiga keinginan. Pertama ditahun 2024 diharapkan puskesmas pembantu di Talang Mas, dapat diperbaiki. Selain itu rehabilitasi puskes di sungai Hitam perbatasan dengan kabupaten Banyuasin. Dan terakhir rehabilitasi puskesmas pakjo sendiri,” kata dia .

Advetorial