Halosumsel.com-
Ribuan ustad-ustadzah yang mengabdi disejumlah TK/TPA di berbagai wilayah Kabupaten Banyuasin masih berharap dapat uang hibah mengajar dari bupati Banyuasin, mereka sudah lebih dari setahun ini belum terima honor dari Pemkab Banyuasin.
Kondisi ini tentu diperparah lagi bahwa penyerahan gaji para ustad dan ustadza ini telah dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dalam acara wisuda BPKMRI di gedung Graha Sedulang Setudung Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin sekitar Desember 2015 lalu.
Sehingga menimbulkan berbagai spekulasi pihak terkait dana hibah itu dan dikemanakan dana ini sehingga honor ustad dan ustadzah tahun 2015 belum juga dicairkan?
“Sudah setahun lebih kami para Ustad dan ustadza TK/TPA belum terima honor, padahal biasanya per Desember honor tersebut telah di diberikan,”kata Seorang guru TPA meminta jatidirinya dirahasiakan yang bertugas di Kecamatan Tungkal Ilir dibincangi Minggu (3/4).
Padahal secara simbolis honor itu terangnya sudah diserahkan oleh Bupati Yan Anton pada saat acara wisuda BPKMRI di gedung graha sedulang setudung Desember 2015. ” Diserahkan secara simbolis sudah, tapi nyatanya sampai sekarang kami belum terima,”katanya.
Dikatakannya, honor para ustad dan ustadza TK/TPA itu sebesar Rp 1,2 juta pertahun dan biasanya dibayar pada Desember setiap tahun. “Ini sudah April 2016, honor belum juga kami terima,”katanya lagi dengan nada kesal.
Dia berharap honor tersebut segera dicairkan baik transfer melalui rekening atau bentuk lain sehingga bisa mempermudah kinerja para ustad/ustazda. “Honor ini sangat kami harapkan untuk menunjang aktifitas kami dalam proses belajar mengajar di TK/TPA, “harapnya.
Anggota DPRD Banyuasin H Azwar Hamid menyikapi keluhan para ustadz dan ustadza mengaku sangat menyesalkan kondisi ini bisa terjadi dan berharap menjadi perhatian serius Bupati Banyuasin untuk segera diselesaikan.
“Kalau sudah ada penyerahan secara simbolis, seharusnya seluruh ustad dan ustadza sudah bisa menerima honor itu, bukan seperti ini,”katanya sembari menggelengkan krpalanya.
Diterangkan Ketua Fraksi PKB ini bahwa peran Ustad dan Ustadza ini dalam mencerdaskan anak-anak di Banyuasin ini cukup besar. Bisa dibayangkan jika tidak ada mereka, bagaimana jadinya anak-anak kita.
“Sebagai wakil rakyat saya berharap persoalan ini cepat di selesaikan, bagaimana mereka mau fokus mengajar jika hutang banyak, perut kosong. Saya tahu betul sebagian besar sangat berharap dengan honor ini untuk menunjang penghasilan keluarga mereka,” tandasnya.
Sementara itu,Kepala DPPKAD Banyuasin melalui stafnya Alatas mengatakan, dana hibah untuk guru TK TPA tahun 2015 sampai sekarang belum cair karena dananya tidak ada.
“Saya gak tahu dana itu sudah disimboliskan oleh bupati, kalau simbolisnya pake uang pribadi atau cuma pakai amplop kosong sebab DPPKAD belum ada uangnya hingga saat ini,” Jawabnya tegas. (waluyo)

