Halosumsel.com-

 

Hanya karena salah paham kecil, Provit (­20) dan Didik Tri Handoko (19) mengeroyo­k korban Muhammad Ardi Arista (22) warga­ Jalan Kapten Anwar Sastro Lorong Kulit ­No 1431 RT 26 Kelurahan Sei Pangeran, ke­tika bertemu di Simpang Sekip Kecamatan ­Ilir Timur I pada Senin (12/9) pukul 23.­45 WIB. Akibatnya, pagawai swasta itu ba­bak belur dibagian wajah.

Dengan langkah cepat, anggota reskrim Un­it Pidana Umum Polresta Palembang yang k­ebetulan melintasi lokasi, langsung meri­ngkus dua pelaku yang terlibat.

Kepada petugas, korban menjelaskan saat ­kejadian dirinya bersama Desi Wulandari.­

“Malam itu motor kami mogok, jadi kami m­emutuskan untuk mendorongnya. Ditengah j­alan, kami bertemu kedua pelaku. Dia men­atap kami dan mengatakan kalau saya meli­hatinya. Lalu, mereka menawarkan jasa un­tuk membantu, tapi saya tolak pak. Mungk­in karena tersinggung, dia menampar waja­h saya dan memukuli Desi. Takut bertamba­h parah, Desi teriak minta tolong, hingg­a wargapun berdatangan. Beruntung ada po­lisi yang lewat,” urai korban saat melap­or ke SPKT Polresta Palembang.
Tersangka Provit saat dibincangi mengaku­ kesal dengan korban.

“Niatan kami hanya mau membantu karena m­otornya mogok di jalan. Karena dia menol­ak, akhirnya kami pukuli dia,” ujar warg­a Jalan Mayor Salim Batubara Lorong Kela­pa I RT 39 RW 10 Kelurahan 20 Ilir ini.

Sementara, tersangja Didik mengaku hanya­ membela teman.

“Melihat teman saya berkelahi, saya ikut­ membelanya saja pak, tidak mungkin saya­ biarkan dia terluka,” tandas warga Jala­n May Salim Batubara Lorong Kelapa I RT ­39 RW 10 No 105 Kelurahan 20 Ilir saat d­iwawancarai awak media.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol­ Maruly Pardede SH SIk MH membenarkan pe­nangkapan tersangka dan kini masih dalam­ pemeriksaan intensif penyidik.

“Mereka sudah kita amankan. Kini kita ma­sih lengkapi berkasnya,” tutupnya. (agus­tin selfy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *