Palembang, Halosumsel- Menyambut Tahun Baru 2026 Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Sumsel Ir. Suparman Roman menggelar Diskusi Publik dengan tema Sumsel Kemarin, Hari Ini, dan Esok Dalam Teropong Pandangan Secara Kritis Konstruktif dan Solusif Tanpa Tendensi bertempat di Koatoat Caffee, Rabu Malam (31/12/2025).
Bertindak selaku moderator Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Muhammad Nasir dengan Narasumber Dr. Tarech Rasyid, M.Si, Ade Indra Chaniago, Charma Afrianto, dan dihadiri oleh Ketua Pekat IB Sumsel Ir. Suparman Roman, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Abdulah Toufik SE., MM., Anggota DPRD Kota Palembang Rubi Indiarta SH., beserta tamu undangan lainya.
Menurut Ketua Pekat IB Sumsel Ir. Suparman Roman, diskusi ini memang benar benar melihat dari berbagai perspektif, seperti dinamika dalam diskusi ini ada pandangan pandangan yang kritis terhadap kebijakan dan program yang dijalankan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur selama setahun ini.
Namun dalam diskusi terjadi keseimbangan, bahwa ada juga sebuah pengakuan dengan adanya prestasi yang dicapai Gubernur dan wakilnya dengan sebuah indikator RPJMD dimana Gubernur dan wakilnya telah berupaya secara maksimal untuk menjalankan visi misinya sebagai mana janji mereka kepada masyarakat.
Masih menurut Suparman Roman bahwa Satu tahun memang terlalu dini untuk melakukan penilaian atas kinerja Gubernur dan wakilnya, tapi sebagai evaluasi secara bertahap ini adalah suatu hal yang wajar yang tentunya dapat diterima oleh Gubernur dan wakilnya termasuk juga ada sentilan terhadap kinerja DPRD Provinsi Sumsel dan Kota Palembang dalam diskusi ini.
“Saya kira diskusi ini justru memberikan kita sebuah nuansa pemahaman bagaimana tata kelola pemerintahan, bagaimana kebijakan kebijakan yang pro rakyat dan kebijakan kebijakan yang mungkin sifatnya tidak hanya untuk kepentingan sesaat dan kelompok atau oligarki, tapi ini hanyalah semata mata untuk kemaslahatan masyarakat”, ujarnya.
Lebih lanjut Suparman Roman mengungkap bahwa kebijakan Gubernur dan wakilnya dalam satu tahun belakangan ini ada yang dianggap pro rakyat dan ada yang dianggap pro oligarki, karena faktanya bahwa adanya peningkatan insfratruktur dengan perbaikan jalan di beberapa kabupaten kota, dan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat tentu secara tidak langsung akan berdampak baik untuk perekonomian masyarakat sekitar.
Namun ada juga kesan yang berpihak kepada oligarki dengan membuat aturan yang plin plan atau tidak konsisten, seperti waktu itu sudah sempat membuat keputusan yang tegas dengan melarang semua angkutan batubara melintas dijalan umum tapi ternyata keputusannya ditarik kembali, dan juga seperti kebijakan antrian solar yang memang terlihat sepi disiang hari tapi di malam hari antrianya bisa Berjam jam.
Hal tersebut harus menjadi perhatian dari Gubernur Sumsel, karena masyarakat melihat ini salah semata mata agar bagaimana pemimpin kita ini dapat membawa masyarakat ini menjadi masyarakat yang benar benar sejahtera secara nyata, bukan hanya sekedar wacana, impian dan bukan hanya program yang tidak jelas target dan sasaranya.
Akhirnya Suparman Roman berharap diskusi ini dapat menjadi bahan rekomendasi untuk dapat ditindak lanjuti menjadi konsep yang lebih jelas dan lebih kongkrit di tahun 2026 ini. (DM)

