Halosumsel.com-

Rabu (25/5) tengah hari kemarin Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo RP mengundang sejumlah wartawan guna menceritakan kronologi kelima orang pelaku pembantaian sekeluarga Tasir.

Dalam cerita tersebut yang didampingi Waka Polres dan Kasatreskrim, Kapolres berdasarkan hasil keterangan para pelaku yang dikutip dari penyidik bahwa yang ternyata sebelum mengeksekusi semua korbanya ke-5 pelaku itu sempat melakukan pesta minuman keras.

Diduga kelima pelaku itu ingin menghabisi korban dalam posisi mabuk, dalam kondisi kejiwaan yang labil itu aksi pembantaian yang dilakukan akan dapat berlangsung lancar, bebernya.

Dikatakan Kapolres Banyuasin, AKBP Prasetyo berdasarkan dari hasil pemeriksaan petugas kelima pelaku memang benar mengaku saat nelakukan aksi pembunuhan para pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras.

Selain dari itu oleh pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu terlebih dahulu ingin mabuk.
” Iya hasil pemeriksaan kita saat pembantaian itu para pelaku dipengaruhi minuman keras (mabuk), namun mabuknya tidak telalu parah. Pembunuhan ini sudah direncanakan mereka,” ujarnya.

Tersangka AK inilah dengan jujur memberikan keterangan secara jelas sebelum aksinya dan dirinya yang saat itu bertugas untuk membunuh Yani cucu Tasir berumur 6 tahun, dirinya mengaku sempat minum miras dulu sebelum membantai Tasir dan keluarga. ” iya minum dulu biar lancar bunuhnya,” katanya tertunduk.

Kapolres menambahkan, selain itu ternyata para pelaku ini merupakan anak-anak yang sudah putus sekolah dan hanya tamat SD. Karena tidak sekolah lagi para pelaku hanya bekerja serabutan di kampungnya.

Mungkin minimnya pendidikan inilah sehingga pelaku mau saja diajak Agus Mubarok yang diduga kuat sebagai otak semua aksi itu mengajak rekanya untuk  membunuh para korban.

“Para pelaku itu termasuk ada yang usianya yang dibawah umur dan semuanya hanya tamat SD dan putus sekolah saat akan melanjutkan ke SMP”, kata Prasetyo.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *