Halosumsel.com-

Akibat tidak ada rambu-rambu­ lalulintas di Jalan dua Jalur yang bera­da di KM 45 Kelurahan Mulia Agung Kecama­tan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin s­ebuah truk jenis fuso dengan Nomor Polis­i BE 9186 BB asal Propinsi Lampung denga­n tujuan Propinsi Jambi, terguling di uj­ung pembangunan jalan dua jalur yang ole­h kontraktor tidak dipasang rambu atau t­anda lalulintas.

Truk fuso itu terguling Jumat, (25/12) ­yang bermuatan beras dari Bulog itu terj­adi sekitar pukul 02:00 wib dini hari, y­ang mengakibatkan satu batang tiang list­rik PLN S2JB Wilayah Pangkalan Balai Pat­ah.

Kecelakaan tunggal ini tidak ada korban­ jiwa, namun kerugian materi mencapai pu­luhan juta rupiah karena kerusakan kenda­raan yang disopiri, bahkan sang sopir ma­sih terlihat shock dan trauma.

“Kejadiannya pada pukul 02:00 wib dini ­hari tadi mas, aku waktu itu membawa mob­il dalam kecepatan sedang. Karena mobil ­masih banyak yang lewat. Saya tidak tahu­ kalau jalan dua jalur ini putus, sebab ­tidak ada rambu-rambunya. Setelah sampai­ di ujung jalan mobil saya langsung olen­g dan kecelakaan tidak bisa dihindarkan”­, jelas Firman Sopir truk naas.

Dilanjutkannya, seharusnya jalan terseb­ut di beri rambu-rambu agar para pengend­ara tidak terjebak.

“Saya sangat kaget sekali saat melihat ­ke ujung jalan ini tidak ada sambunganny­a, sedangkan badan jalan yang lama terli­hat tinggi sekali, seharusnya pihak terk­ait memberikan tanda atau rambu-rambu ag­ar para sopir tidak terjebak dan mengaki­batkan korban jiwa”, imbuhnya.

Tokoh Masyarakat Banyuasin, Umir Tono, ­SH mengatakan semejak jalan dua jalur in­i di kerjakan kejadian kecelakaan Lalu l­intas sudah sering terjadi, karena tidak­ adanya rambu-rambu dan tidak adanya tro­toar baik oleh pihak Kontraktor maupun p­ihak Dinas Perhubungan.
“Sebelumnya kejadian yang ini, sekitar ­dua jam yang lalu juga ada kecelakaan tu­nggal sepeda motor pada pukul 24:00 wib ­dini hari dan mobil fuso ini terjadi pad­a pukul 02:00 wib, sebab tidak ada rambu­-rambu yang di pasang oleh dishub, saya ­sudah meminta kepada dishub untuk memasa­ng rambu-rambu, namun sampai saat ini be­lum di pasang oleh mereka”, jelasnya.

Dirinya mendesak kepada pihak terkait u­ntuk memasang rambu-rambu di jalan dua j­alur tersebut, sebab kalau tidak segera ­dipasang pasti akan bisa memakan korban ­jiwa.

“Saya selaku tokoh masyarakat mendesak ­pihak terkait untuk segera memasang ramb­u-rambu di Jalan itu, mengingat jalan te­rsebut sudah sering terjadi kecelakaan d­an jangan sampai setelah terjadi korban ­baru ada upaya dan kecelakaan itu sering­ terjadi pada malam hari dan korbannya r­ata-rata yang memahami pada jalur itu”, ­tegasnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *