Halosumsel-

Syamsul menambahkan, seharusnya gaji kami dua bulan bekerja dari bulan Februari dan Maret 2017, tapi hanya dibayar satu bulan Februari saja, pun baru dibayarkan pada tanggal 13 April 2017 kemarin.

” Bagi mereka para pimpinan yang punya jabatan diperusahaan ini atau golongannya tinggi, gajinya tidak habis dibelanjakan selama tiga bulan, tapi kalau kami golongan satu semacam ini, gaji satu bulan ini untuk bayar bon diwarung saja masih kurang, belum untuk biaya anak sekolah”, keluh Syam.

Masih kata Syam, selama dua bulan belum gajian hutang kami diwarung sudah numpuk, ditambah biaya sekolah anak, untuk bertahan hidup hanya sekedar mendapatkan makan yang layak saja, terpaksa harus mencari kerja diluar perusahaan.

“Dengan perusahaan mencicil membayar gaji karyawan semacam ini sama saja kami ini sebagai pekerja paksa namanya, bertahan bisa mati kelaparan, ditinggalkan pekerjaan ini usia sudah tinggal menunggu pensiunnya saja”, celetuknya kebingungan.

Untuk itu mewakili mungkin ribuan pekerja diperusahaan ini yang bernasib sama berharap kepada menejemen PTPN VII Distrik Sumatera Selatan diminta untuk lebih perhatikan nasib pekerja sebagai ujung tombak paling bawah ini.

Kepala keuangan PTPN VII Unit Betung, Sugeng saat ditemui wartawan diruang kerja Sinder Umum dan SDM beberapa saat yang lalu mengungkapkan memang keuangan di perusahaan tempatnya bekerja dalam kondisi morat-marit.

Sugeng menambahkan, Perusahaan ini mulai bangkrut, maka kesulitan masalah keuangannya, ” kami tidak bisa ngomongnya, namun kenyataannya begini perusahaanya saat ini”, katanya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *