Halosumsel.com –
Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap CH, OT dan Is, yang tidak lain terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban Pariska tewas dengan luka tusuk ditubuhnya, saat berada di parkiran Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Kelurahan Kelurahan 19 Ilir pada Selasa (19/8) tahun 2014 silam, tepatnya pukul 22.00 WIB.
“Ya, satu pelaku lagi berhasil kami tangkap. Namanya, Kgs Hermansyah (45) warga Jalan Temon No 32 RT 02 RW 01 Kelurahan 27 Ilir. Dia ini menyusul temannya, Muhammad Fernando yang sudah divonis sebelumnya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH kepada sejumlah wartawan.
Dikatakan Maruly, tersangka ini menghabisi nyawa korban karena tersinggung setalah membayar barang dagangannya menggunakan uang palsu.
“Menurut keterangan tersangka, korban ini membayarnya dengan uang palsu. Setelah ditemui, korban tidak mau hingga pelaku naik pitam. Dia memanggil teman-temannya dan mengeroyok korban. Naas korban meninggal dunia, sementara temannya korban mengalami luka berat,” bebernya.
Sedangkan tersangka saat diwawancarai mengaku menyesal telah menghabisi nyawa korban.
“Sejak saat itu saya pergi ke Jambi selama setahun, lalu ke Jakarta selama delapan bulan. Karena rindu keluarga, sebelum lebaran saya sudah pulang ke Palembang. Walau masih was-was, saya mencoba mengais rejeki diam-diam. Kini saya pasrah pak,” tutur tersangka tertunduk.
Disinggung mengenai permasalahannya, buruh becak ini menjabarkan sebelumnya korban bersama temannya membayar dengan uang palsu.
“Dia berikan saya uang palsu untuk membayar barang dagangan saya. Ketika saya ajak ke BKB dia tidak mau, lalu saya panggil teman-teman saya dan membawa dia ke lokasi kejadian. Disana kami keroyok, saya tusuk dia dibagian rusuk,” urainya. (agustin selfy)
