CIANJUR, Halosumsel – Memasuki hari ke-18 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0608/Cianjur, perkembangan pembangunan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, menunjukkan capaian yang sangat membanggakan. Seluruh sasaran fisik utama berupa betonisasi jalan sepanjang 872 meter, jalan hotmix 90 meter, serta Tembok Penahan Tanah di dua titik rawan longsor telah resmi rampung dikerjakan secara utuh atau mencapai 100 persen,, Senin 3 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung optimal sejak pukul 07.00 WIB, didukung cuaca cerah yang menyelimuti wilayah sepanjang hari. Sebanyak 142 personel gabungan dari tiga matra TNI, 8 orang perangkat daerah, serta 50 orang warga bekerja bahu-membahu dengan semangat gotong royong yang kental. Dukungan peralatan seperti tiga unit molen, satu unit ekskavator PC 75, dan peralatan pertukangan lainnya sangat membantu kelancaran proses pengerjaan hingga tuntas.
Selain infrastruktur jalan yang sudah sempurna, sasaran program unggulan juga menunjukkan kemajuan pesat. Pemasangan jaringan pipanisasi di lima titik kini telah mencapai 92 persen, pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) lima unit menembus 86 persen, serta rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berkembang menjadi 59,6 persen. Sementara itu, sasaran ketahanan pangan seluas satu hektar dan penanaman seribu pohon telah selesai sepenuhnya. Seluruh rangkaian penyuluhan mulai dari wawasan kebangsaan, pertanian, kesehatan, hingga pencegahan stunting juga telah tuntas dilaksanakan secara merata.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih. “Tuntasnya sasaran fisik utama adalah hasil kerja keras dan kekompakan seluruh elemen yang terlibat. Jalan yang mulus dan aman akan menjadi aset berharga bagi mobilitas serta perekonomian warga dalam jangka panjang. Kami akan terus memacu penyelesaian sasaran yang tersisa dengan tetap menjaga standar kualitas tertinggi agar seluruh manfaat pembangunan dapat segera dirasakan secara utuh oleh masyarakat,” ujarnya.
Pengawasan ketat terhadap personel maupun penggunaan material senantiasa dilakukan untuk menjamin keselamatan kerja serta kualitas hasil akhir. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pukul 16.00 WIB. Satgas berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan tepat waktu dengan hasil yang membanggakan.(*)

