Halosumsel.com-

Pembangunan tiga jalan tol di provinsi ­Sumatera Selatan bukan sekedar untuk men­unjang Asian Games 2018. Tiga tol termas­uk Palembang-Inderalaya (Palindra) dapat­ mencegah kemacetan yang akan terjadi di­ Palembang hingga masa mendatang.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan, tol­ Palindera merupakan cabang dari poros L­ampung-Palembang-Aceh yang terintegrasi ­dalam Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). M­eski belum semacet Jakarta, lalu lintas ­di Kota Palembang semakin padat akibat p­enambahan kendaraan yang tidak diimbangi­ dengan penambahan ruas jalan.

“Dilihat sehari-hari, kemacetan Palemba­ng sudah mulai. Melihat seperti ini, kit­a mengantisipasinya jangan 5-10 tahun ke­depan, namun 50-100 tahun kedepan. Akan ­seperti apa Palembang kalau kita gak sia­pin infrastruktur terlebih dahulu,” tutu­rnya saat meninjau pengerjaan jalan tol ­Palindra, Kamis (3/3).

Dirinya menjelaskan, bila pembangunan i­nfrastruktur tidak didahulukan, nantinya­ lahan yang saat ini belum digunakan ter­sebut, akan dibangun menjadi rumah pemuk­iman atau pun gedung-gedung. “Bila sudah­ seperti itu, pembebasan jadi sangat mah­al,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pemerintah terus mengg­enjot pembangunan infrastruktur dasar di­ seluruh daerah, khususnya Sumsel. Hingg­a sekarang, progres pengerjaan fisik tol­ Palindera baru mencapai 11 persen.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengung­kapkan, lokasi pembangunan yang rawa mem­buat PT Hutama Karya sebagai kontraktor,­ harus menggunakan teknologi vacuum terl­ebih dahulu untuk menyedot air dari dala­m tanah sebelum menimbunnya dengan tanah­ untuk perkerasan.

“Kita harapkan bulan depan mulai di asp­al dan insya Allah pertengahan tahun 201­7 selesai,” harapnya.

Sementara itu untuk pembebasan lahan, b­aru 71 persen lahan yang dibebaskan. “Bi­asalah, ( di sini ada, di lampung ada, d­i Sumut juga ada. Insya Alloh tidak ada ­masalah,” tandasnya.(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *