Banyuasin,  HS-

Sungguh prihatin melihat Ibu Evi (35) dan bayinya (2) warga Tungkal Ilir kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin, Wanita yang menggendong bayi ini terpaksa berjalan kaki dari dinas Catatan Sipil (Disdukcapil) di kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten Banyuasin hingga ke gerbang perkantoran dengan jarak sekitar 5 kilometer.

Menurut dia, hal tersebut terpaksa dilakukannya karena mengirit ongkos karena kalau mau naik ojek tidak cukup uang.

” Terpaksa saya jalan kaki, kalau mau naik ojek Rp 10.000 sekali jalan dari depan (gerbang jalan perkantoran) ke sini, kalau PP berarti Rp 20.000 uang yang tidak dapat digunakan, sedangkan saya kesini mau buat surat-surat kependudukan dengan uang pas-pasan” keluhnya kepada wartawan Rabu (6/3/2019).

Baginya uang sebesar itu sangat penting, bagi orang yang mampu, ongkos ojek sebesar itu mungkin tidak ada masalah, tapi kalau bagi orang pas-pasan seperti dia, hanya jalan kaki yang bisa ia lakukan.

“Ya harus gimana lagi pak, yang namanya uang pas-pasan ” Imbuh dia setibanya di depan Gerbang Pemkab Banyuasin untuk menunggu taksi menuju rumahnya. Dodi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *