Palembang, Halosumsel–– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang ke-1343 tahun ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam rapat istimewa yang digelar, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memaparkan sejumlah pencapaian penting serta target ke depan yang akan difokuskan pada sektor pelayanan dasar dan ekonomi kerakyatan .

Ekonomi Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Salah satu kabar menggembirakan yang disampaikan adalah pertumbuhan ekonomi Kota Palembang yang mencapai 5,91 persen sepanjang tahun lalu. Angka ini dinilai istimewa karena melampaui capaian pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun nasional. Keberhasilan ini tidak membuat Pemerintah Kota berpuas diri. Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa capaian tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebijakan berbasis data, salah satunya dengan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi usaha secara akurat .

Prioritas pada Layanan Dasar: Pendidikan dan Kesehatan

Dalam arahannya, Wali Kota menyoroti masih adanya pekerjaan rumah yang besar di sektor pendidikan. Berdasarkan data terkini, baru 29,9 persen sarana dan prasarana pendidikan yang terdeteksi layak. Karena itu, pembenahan di bidang ini menjadi target utama agar program “Palembang Cerdas” dan “Palembang Belajar” benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara itu, sektor kesehatan dinilai sudah berada pada tahap optimalisasi, dengan fokus pada penambahan sarana prasarana pendukung .

Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat marjinal. Program-program seperti Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Palembang Kerja, dan Palembang Peduli harus muaranya pada peningkatan kesejahteraan. Hal ini tercermin dari Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) yang mencapai 83 persen baik di sektor kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.

UMKM dan Pariwisata Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Menghadapi tantangan ekonomi ke depan, Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung stabilitas ekonomi Palembang . Pemerintah akan terus mendorong kolaborasi dengan perbankan untuk permodalan serta memberikan pelatihan intensif guna meningkatkan daya saing produk lokal.

Salah satu potensi besar yang digarap adalah sektor kuliner dan pariwisata. Sebagai destinasi wisata berbasis jasa dan sejarah, Palembang memiliki potensi besar, termasuk pengelolaan pasar kuliner dan pemberdayaan pelaku usaha kecil. Wali Kota juga menyoroti potensi wisata religi dan sejarah, seperti pemakaman kuno yang berusia ratusan tahun, untuk divitalisasi guna memperkuat daya tarik pariwisata Palembang.

Penanganan Inflasi dan Ketenagakerjaan

Merespons keluhan masyarakat terkait harga sembako yang fluktuatif, Wali Kota menegaskan akan terus menggerakkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta menjalin kerja sama dengan perbankan untuk menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, untuk mengatasi masalah pengangguran, Pemerintah Kota akan meningkatkan frekuensi pelaksanaan job fair menjadi dua kali setahun dan mengubah pola penyerapan tenaga kerja yang lebih proaktif. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diminta untuk jemput bola dengan mendata langsung kebutuhan perusahaan sehingga pencari kerja yang kompeten dapat segera direkrut.

Infrastruktur: Fokus pada Penerangan Jalan

Permasalahan infrastruktur, khususnya terkait lampu penerangan jalan umum (PJU), juga menjadi perhatian serius. Wali Kota mengakui progres perbaikannya belum signifikan. Ke depan, pemerintah akan melakukan pengkajian mendalam untuk pemasangan baru di sekitar 33.000 titik yang direncanakan menggunakan teknologi solar cell (tenaga surya) demi efisiensi dan keberlanjutan .

Kolaborasi dan Sinergi

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk bersinergi. Ditekankan bahwa komitmen yang telah ditandatangani harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya di atas kertas. Ia menginginkan peringatan HUT Palembang ke-1343 menjadi momentum kebanggaan bersama untuk mewujudkan “Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera dan Berbudaya” . tutup nya

 

Sofuan