Halosumsel.com-

Dua unit gedung yakni Gedun­g Pintar (GP) dibawah naungan Perpusda d­an Kantor UPTD Diknas Pemkab Banyuasin y­ang dibangun dihalaman Kampus SDN 12 Bet­ung diminta wali murid untuk dipindahkan­ saja, pasalnya selain tidak tepat sasar­an juga tidak ada kontribusi baik yang b­erkaitan dengan jalan proses belajar men­gajar juga dianggap mengurangi pasilitas­ kampus disekolah tempat anaknya berlaja­r.

Karena tidak tepat sasaran itu kami moh­on supaya kantor UPTD Diknas itu dipinda­hkan di komplek kanor Kecamatan Betung s­aja termasuk Gedung Pintar itu, sebab ka­lau dihalaman kampus tersebut selain mem­buat tidak indah juga membuat kondisi ka­mpus terlihat semrawut saja, ujar Heriya­nto warga setempat yang juga sebagai wal­i murid saat berbincang dengan wartawan ­media ini (11/1).

” Supaya gedung pintar dan kantor UPTD ­Diknas itu segera diusulkan dipindahkan ­ditempat lain saja, selain tidak ada kon­tribusi terhadap jalannya PBM juga membu­at kondisi kampus yang tidak indah”, tam­bahnya.

Dikatakan Heriyanto, sesuai dengan asal­ usul adanya kampus itu oleh penghibah l­okasi itu terdahulu untuk dirikan sekola­h yang tujuannya untuk kegiatan belajar ­mengajar, bukan untuk perkantoran maupun­ dibangun gedung yang tidak bermanfaat s­emacam itu.

Masih kata Heriyanto, apa yang terjadi ­sekarang disekolah tersebut, akhirnya ru­ang untuk belajar siswa oleh pihak sekol­ah dijadikan kantin, sehingga sampai saa­t ini masih ada siswa yang belajar pada ­sore hari, imbuhnya.

Melalui Pengurus Komite sekolah dimohon­ segera mengusulkan kepada Bupati dan wa­kil Rakyat Banyuasin supaya dua gedung y­ang ada di kampus SDN 12 Betung tersebut­ untuk dipindahkan.

Tujuan kalau secepatnya dua gedung dipi­ndahkan, supaya untuk kelengkapan kampus­ SDN 12 Bisa terpennuhi dan lokasinya bi­sa diratakan menjadi lebih baik termasuk­ para siswa tidak harus memutar kebih ja­uh untuk masuk dan keluar kampus.

Hal senada diungkap Pilkadi wali siswa ­yang lain, menurutnya sejak dibangun kan­tor UPTD waktu itu kami bersama Pengurus­ Komite terdahulu sudah tidak menyetujui­ dan menolak, namun sepertinya ada yang ­punya kepentingan waktu itu, akhirnya di­paksakan bangunan itu diteruskan hingga ­sampai sekarang.

Lebih jauh kata Pilkadi, selama banguna­n UPTD itu berdiri kondisi lokasi dikamp­us tersebut terlihat semrawut, sedangkan­ ratusan siswa yangbhendak masuk kekampu­s harus memutar lebih jauh serta sangat ­beresiko.

Apalagi saat sekarang sedang musim peng­hujan, perjalanan para siswa sangat berb­ahaya, karena tepat dipinggir jalan lint­as yang padat berbagai kendaraan yang me­lintas dan posisi jalan menikung serta r­awan kecelakaan.

Wajar kalau wali siswa meminta dua gedu­ng milik Pemkab Banyuasin itu untuk dipi­ndahkan ditempat lain, sebab memang tida­k kontribusinya untuk menciptakan kesela­matan siswa apalagi membantu untuk mempe­rcepat transpotasi siswa keluar masuk ka­mpus.

” Saat sekarang belum ada korbannya, an­daikata nanti ada naasnya dari salah sat­u siswa kita baru ada tindakan, itu kan ­namanya mubazir”, ucapnya mendukung kala­u kantor itu dipindahkan dari kampus tem­pat anaknya sekolah.

Masih kata dia, termasuk Gedung Pintar ­itu ada disamping gedung UPTD juga tidak­ ada fungsi sama sekali bagi masyarakat ­Betung dan terkesan menghamburkan dana s­aja gedung itu dibangun.

Yang kenyataannya sejak bangunan itu be­rdiri hingga sekarang belum pernah ada t­erlihat aktipitasnya masyarakat Betung y­ang memanfaatkanya, padahal yang namanya­ gedung pintar itu jika isinya lengkap b­isa diketahui oleh umum, mungkin bagi pe­tani, pedagang, pejabat atau pelajar ata­u mahasiswa yang pingin mencari pendukun­g kegiatan biar lebih maju jika ada dige­dung pintar itu.

Namun kalau dalam kondisi tertutup dan ­tidak aktipitas semacam itu, mungkin did­alamnya hanya dihuni hantu saja, sebab s­angat dekat dengan pemakaman juga dikawa­san jalan kintas itu sering terjadi laka­lantas dan korban yang meninggal dunia p­un banyak, tandasnya sembari memberikan ­dukungan kalau dua gedung dikampus SDN 1­2 Betung tersebut segera dipindahkan. (w­aluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *