Palembang, Halosumsel – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Zainul, membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III PKB Provinsi Sumatera Selatan dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai musyawarah dan mufakat dalam kehidupan partai. Dalam sambutannya, Kamis (18/12), ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan kader PKB Sumsel pada Pilkada dan Pilpres 2024 yang lalu.

Zainul menegaskan bahwa musyawarah wilayah ini adalah amanat dari struktur partai. “Forum musyawarah wilayah ini, PKB mengambil jalan yang relatif terstruktur dan terpimpin. Ini adalah pilihan bagi pembangunan dan konstruksi partai politik kita, agar partai ini menjadi lahan yang luar biasa dalam menghadapi dinamika politik, baik internal maupun eksternal,” ujarnya di hadapan peserta muswil.

Ia menjelaskan bahwa muswil Sumsel ini adalah yang ketiga setelah sebelumnya digelar di Nusa Tenggara Barat. “Ini adalah proses yang kita lakukan dengan percaya diri, Alhamdulillah berkualitas, tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip demokrasi kita,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Zainul mengajak kader merenungkan akar budaya musyawarah dalam peradaban Islam dan Indonesia. Ia mengutip sejarah kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, khususnya dalam menghadapi Perang Khandaq (Parit). Saat itu, meski ada perbedaan pendapat antara pilihan bertahan di Madinah atau menghadapi musuh di luar, keputusan akhir diambil berdasarkan musyawarah yang matang, meski pendapat Nabi yang minoritas pada awalnya ternyata adalah yang terbaik.

“Dari sana kita belajar, yang disebut dengan suara mayoritas belum tentu selalu bermanfaat atau tepat. Namun, ketika keputusan telah disepakati, kita harus bersatu. Itulah kenapa dalam konsep demokrasi kita, PKB menjunjung tinggi Pancasila, khususnya sila keempat,” tegas Zainul.

Ia menekankan bahwa muswil ini tidak dimaksudkan untuk memaksakan sistem voting atau pendekatan mayoritas secara kaku. “Musyawarah untuk mufakat juga bagian dari demokrasi yang luhur. Hanya ketika jalan mufakat sudah sangat sulit, baru ditempuh cara lain. Prinsip musyawarah harus kita tempuh selama masih mungkin,” paparnya.

Wasekjen PKB itu berharap agar seluruh proses dan dinamika di tubuh partai, termasuk restrukturisasi yang sedang berjalan, selalu mengedepankan musyawarah. “Kami berharap sahabat-sahabat pengurus di Sumatera Selatan dapat menemukan kebersamaan yang luar biasa melalui forum ini. Mari kita maju bersama, solid, demi kemajuan partai dan bangsa,” tutup Zainul mengakhiri sambutannya.

Muswil PKB Sumsel diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal yang tidak hanya demokratis, tetapi juga mengedepankan kebersamaan dan kearifan lokal dalam setiap pengambilan keputusan.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan, Ramlan Kholdan, menegaskan komitmen partainya untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Sumsel, Kamis (18/12/2025), yang bertempat di Excelton, Palembang.

Dalam refleksinya terhadap perjalanan politik PKB, Ramlan menyentuh pencapaian partai pada Pemilu 2019. “Muswil 2019 yang lalu dan hari ini, rasanya baru kemarin. Di Pemilu 2019, kita mendapatkan 8 kursi. Ini bukan hilang, tapi kita pindahkan. Dengan fakta lainnya, nanti akan tampil lagi,” ujarnya penuh keyakinan. Ia menyebut perolehan tersebut sebagai bagian dari fondasi yang akan ditingkatkan.

Ramlan mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan PKB. “Alhamdulillah, PKB luar biasa. Kita apresiasi juga peran dalam Pilkada. Waktu itu, meski awalnya hanya masuk, tapi bukan sekadar ‘suara burung’, akhirnya bisa membawa kemenangan, seperti Bupati kita, Pak Ludi. Itu luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPW PKB Sumsel ini menekankan pentingnya sinergi dan kekuatan internal. “Antarpartai politik pun, kita sering hanya berdua. Kuncinya adalah operator dengan kekuatan kita untuk selalu bersama-sama, karena perjuangan ini adalah ibadah.”

Ia juga menyoroti keberhasilan koalisi di tingkat nasional yang membawa dampak positif. “Dilanjutkan dengan Pilpres, Alhamdulillah, kita sama-sama (berkoalisi) membawa wakil presiden. Ini membawa dampak yang baik,” tambah Ramlan.

Di akhir sambutannya, Ramlan Kholdan menegaskan landasan perjuangan PKB yang berbasis nilai-nilai luhur. “Ini semua tentunya bagi PKB adalah sebuah amal ibadah. PKB didirikan oleh para ulama dengan semangat untuk kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Sepanjang hayat, kita diingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat. Saya ingin berbuat baik, beramal, itu lebih banyak,” pungkasnya.

Muswil kali ini diharapkan menjadi momentum untuk menyusun strategi dan memperkuat barisan menuju kontestasi politik mendatang, dengan tetap berpegang pada khittah partai sebagai wadah perjuangan masyarakat yang berbasis pada nilai keagamaan dan kemasyarakatan.

Sofuan