Halosumsel.com –
Segenap prajurit dan PNS Kodam II/Swj, Kamis (22/12/2016) usai upacara peringatan hari Ibu, menggelar latihan defile bertempat di lapangan upacara Makodam II/Swj, Palembang. Latihan defile yang diikuti oleh seluruh peserta upacara hari Ibu ini dipimpin oleh Komandan Defile Letkol Inf Dedi Sugiri SE dan di awasi langsung oleh Wakil Asisten Operasi Kodam II/Swj Letkol Inf Muhammad Arif Suryandaru.
Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.IP melalui Wakapendam II/Swj Letkol Inf Paiman menjelaskan bahwa dalam latihan defile, prajurit dan PNS Kodam II/Swj dibagi dalam 7 (enam) kelompok atau Kompi, yakni kelompok Kompi Pamen, Kompi Pama, Kompi Kowad (Korp Wanita Angkatan Darat), Kompi Bintara dan Tamtama, Kompi Kelompok Pasukan Bersenjata, kelompok PNS putra dan kelompok PNS putri.
“Masing-masing kelompok dengan membawa bendera penjuru melaksanakan defile mulai dari daerah persiapan, selanjutnya maju dengan langkah biasa, kemudian langkah defile/langkah tegap, langkah tegap hormat kanan, kembali langkah defile dan langkah biasa. Dalam masing-masing langkah ditandai dengan bendera pelencang”, ujarnya.
Latihan defile ini, sambung Letkol Inf Paiman dilakukan secara berulang dan diberikan koreksi pada setiap sesi untuk memastikan bahwa prajurit dan PNS mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. Kemahiran dan ketangkasan melaksanakan defile secara baik merupakan kebanggan bagi prajurit. Kegiatan latihan defile ini dilakukan secara rutin oleh prajurit dan PNS Kodam II/Swj dan jajarannya, terutama dilaksanakan setiap usai pelaksanaan upacara.
Dijelaskan oleh Wakapendam II/Swj bahwa defile merupakan suatu acara tambahan dari suatu upacara militer yang kegiatannya dilaksanakan oleh pasukan dalam susunan tertentu, dipimpin seorang komandan yang bergerak maju melewati depan irup dan menyampaikan penghormatan kepada mereka yang berhak menerimanya.
“Kegiatan defile bagi prajurit TNI memiliki tujuan untuk memperlihatkan kemahiran dan ketangkasan, memperlihatkan kekuatan dan kebesaran TNI sebagai potensi nasional dan kebanggaan nasional, menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan Negara serta memberikan penghormatan kepada yang berhak menerima, setelah dilaksanakan parade”, pungkasnya.
(Sofuan/rel)

