Asahan, Halosumsel.com – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada beberapa waktu belakangan ini membuat sejumlah desa di Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan terendam banjir. Salah satunya adalah Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumut, yang kembali dilanda musibah banjir pada Rabu barusan. Ratusan rumah terutama yang bermukim di Dusun I, II, IX dan VI terendam banjir mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

Sesuai informasi yang diterima, banjir yang memiliki aliran arus cukup deras ini berasal luapan dari Sungai Aek Nagali, Kecamatan Bandar Pulau dan sungai Piasa di Kecamatan Tinggi Raja. Air luapan kedua sungai inilah yang naik dan menerjang ke pemukiman warga hingga ketinggian air mencapai satu meter.

“Hari Jumat (29/11/24) lalu air sempat surut, dan jalan sudah bisa digunakan hingga Sabtu (30/1124), tetapi Minggu (1/12/24) pagi sekira pukul 02.00 dini hari turun hujan dan air kembali meluap menggenangi terutama 6 dusun, yakni Dusun I, II, VI, dan IX hingga setinggi pinggang orang dewasa,” kata Sutejo, warga Dusun II Desa Piasa Ulu yang rumahnya juga tak luput dari rendaman banjir dengan ketinggian hampir 1 meter.

Awak media yang turun ke lokasi, pada Minggu (01/12/24) pukul 13.00 WIB menyaksikan banjir mulai sedikit turun, sekitar 15 cm. Sementara akses jalan Dusun I menuju Desa Teladan, Desa Berubun, Desa Sidomulyo dan Desa Sei Kampak, Kecamatan Tinggi Raja lumpuh total karena terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa belum dapat dilalui kenderaan bermotor baik roda dia maupun roda empat.Disebutkannya, banjir susulan bisa saja datang bila curah hujan di wilayah bahagian hulu masih tetap tinggi.
“Namun apabila hujan kembali turun diharap cuma sebatas gerimis saja dan mudah-mudahan tidak terjadi hujan deras lagi. Kasihan masyarakat tidak dapat melaksanakan aktivitasnya untuk mencari nafkah”, ujar Sutejo.

Pria yang merupakan suami dan ayah dari 3 orang ini mengatakani bahwa kehadiran banjir seperti ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya di daerah tempat tinggal mereka yang memang tofografinya berada pada dataran rendah. Namun kata Sutejo lagi,  yang lebih parah adalah banjir yang terjadi pada tahun 2023 lalu, saat itu luapan airnya mencapai tinggi dada orang dewasa.

” Untungnya, genangan air banjir ini sifatnya hanya sementara. Sebab air yang datang hanya seperti melintas saja dan tidak berlama-lama menggenang. Semoga saja hujan tidak datang lagi minimal untuk beberapa hari ke depan. Karena diperkirakan genangan air banjir ini satu hari sudah surut ” tutur Sutejo mengakhiri bincang-bincangnya dengan awak media ini.

Benigno Akuindo