Halosumsel.com-
Penyakit mematikan kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi momok menakutkan bagi para wanita. Terlebih di Sumatera Selatan (Sumse), kanker serviks menjadi penyakit ‘pencabut nyawa’ tertinggi dibandingkan kanker lainnya yang diidap para penderitanya.
Dikatakan dr.Trisnawarman, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, kanker serviks hingga tahun 2015 menduduki posisi pertama terbanyak yang diderita wanita Sumsel.
“Tahun 2015, sebanyak 1.047 orang penderita kanker serviks dan jumlah ini meningkat dibanding tahun 2014. Kanker kedua tertinggi di Sumsel adalah kanker payudara dengan jumlah 273 kasus dan meningkat 5 persen dibanding 2014 lalu,” ujarnya di Kantor Dinkes Sumsel,Jumat (5/2/2016).
Parahnya, kanker serviks sendiri tidak dapat diketahui secara dini melalui ciri-ciri khusus. Para wanita harus menjalani inspeksi visual asam asetat (IVA) terapi untuk mengetahui ada tidaknya jaringan sel kanker didalam tubuhnya.
Hingga kini, kedokteran belum mengetahui secara pasti apa faktor yang memicu adanya sel kanker serviks tersebut. Namun, beberapa faktor bisa memicu adanya sel kanker serviks, seperti merokok, konsumsi makanan cepat saji, pergaulan seks bebas dan gonta-ganti pasangan, kurangnya berolahraga dan mengkonsumsi makanan berserat serta bisa faktor genetik.
“Terapi IVA juga bisa dilakukan sebelum kanker menyebar (pre-kanker), jadi bisa cepat dimatikan dengan Kraoterapi atau terapi membekukan sel kanker. Kalau sudah masuk stadium 1 atau 2, harus dioperasi. Kemungkinan sembuh untuk stadium 1 dan 2 sebesar 80 persen, jika ditangani dengan cepat. Kalau sudah masuk stadium 4, sulit sembuhnya,” lanjutnya.
Untuk IVA terapi sendiri, sudah dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Sumsel. Pihaknya juga sudah melakukan pelatihan kepada tenaga ahli di Puskesmas untuk IVA Terapi dan Clinical Breast Examination (CBE) untuk terapi dini kanker payudara.
Sehingga, para wanita yang akan mengecek ada tidaknya kanker serviks dan payudara, bisa datang langsung ke puskesmas dan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. (sofuan)

