Halosumsel.com-
Petugas Pengamat Hama Dan Penyakit (PHP) Kecamatan Sembaw Dan Talang Kelapa Suhartono SP memberikan penyuluhan seputar hama dan penyakit blast (Patah Leher, red) di Kelompok Tani Rangga Abadi Desa santan Sari Kecamatan Sembawa, Minggu (14/2).
Suhartono, mengatakan, tanaman sering diganggu oleh organisme pengganggu tanaman (OPT).Seperti Penyakit Blast (Patah Leher,red) yang sering membuat padi yang baru berumur 65 hari atau sedang berbuah tiba-tiba buah padi menjadi kering dan bewarna putih akhirnya mati mengering.
Penyakit ini disebabkan oleh hama penggerek batang yang umumnya ditimbulkan akibat didalam batang padi ada ulat penggerek.
“Ulat ini dilahirkan oleh kupu-kupu, sebab itulah ketika banyak kupu-kupu lakukan penyemprotan, agar telur kupu-kupu jangan sampai menetas menjadi ulat,” jelas Suhartono.
Suhartono mencontohkan, bagi petani yang sudah terkena hama yang tersebut maka tidak bisa diselamatkan, karena itu sebelum kena basmi ulat dengan penyemprotan yang menggunakan sistem 5 T. Adapun dari T pertama adalah tepat guna, kedua tepat dosis, ketiga tepat jenis, keempat tepat waktu, kelima tepat sasaran.
Masih dikatakan Suhartono, sementara untuk mengetahui jenis hama apa saja yang sedang ada disawah caranya dengan memasang lampu perangkap tengah malam dan disitu seluruh hama akan mendekat ke cahaya.
“Kalau yang tertangkap adalah kupu-kupu artinya hama dilokasi tersebut ulat. Kupu-kupu bukan hama, akan tetapi telur kupu- kupu akan menjadi ulat perusak tanaman,” terang Suhartono.
Suhartono mengatakan, untuk jenis penyakit blast atau patah leher pada tanaman padi gejala awal adalah disekitar persawahan banyak beterbangan kupu-kupu kecil.
Kupu-kupu sendiri tidak bisa dibunuh dengan insektisida me ngigat didalam tubuh kupu-kupu mengandung tenin atau minyak yang mengaliskan air.
Gunakanlah sistem 5 T agar hama penyakit terutama hama dan penyakit Blast bisa ditanggulangi, hama ulat ini berlindung didalam sela sela batang maka gunakanlah insektisida sistemik.
Sementara Ketua Kelompok tani Rangga Abadi, Abdul Aziz mengharapkan ada bantuan alat pendeteksi hama penyakit yang bisa dipasang disawah supaya petani cepat mengetahui penyakit yang bakal timbul.
“Kalau menggunakan penerangan memang bisa cuman alat tangkap hamanya yang tidak ada jadi percumah tetap saja petani gak bisa mendeteksi hamanya.
Kalau bisa alatnya terbuat dari tenaga surya, karena dipersawahan petani belum ada listrik. Kami petani berharap dari pemerintah supaya dibantu alat pemantau hama,” Tukasnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ka UPTD Dinas pertanian Kecamatan Sembawa Usman Purba SP, Kepala BP3K Sembawa Kasman AMd, dan PPL desa Santan Sari Rita Harsiani SP, dihadiri juga dari PT Nufarm, dan Pomi.(waluyo)

