Jakarta, Halosumsel – Serikat Tani Islam Indonesia (STII) kembali menggelar Ngaji Pertanian secara daring pada Sabtu (20/6) besok, dengan mengangkat tema strategis “Bertani, Berserikat, Bersekutu, Berpolitik dan Menangkan Pasar.” Agenda rutin ini menjadi ruang diskusi bagi petani dan pegiat lingkungan untuk memperkuat wawasan sekaligus mengkaji isu aktual ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global .

 

Acara yang berlangsung pukul 07.00-08.30 WIB via Zoom ini menghadirkan pembicara utama Nurfaiz Al-Mubarok, Pengawas Dewan Teh Indonesia, serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PB STII Fathurrahman Mahfudz, BIRK., MM. Tema yang diusung sejalan dengan perhatian STII terhadap dinamika ketahanan pangan regional, terutama pasca KTT ASEAN Ke-48 di Cebu, Filipina, pada Mei lalu .

 

Dalam KTT tersebut, pemimpin ASEAN sepakat memperkuat mekanisme ketahanan pangan seperti APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) dan mendorong perdagangan intra-kawasan . Presiden Prabowo Subianto bahkan mengajak penyederhanaan mekanisme APTERR agar lebih responsif terhadap ancaman krisis . Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan pembentukan mekanisme siaga pangan regional (standby arrangement) untuk merespons darurat .

 

Diskusi juga menyoroti isu ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, STII telah menegaskan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah, termasuk dalam program intensifikasi pertanian yang mampu meningkatkan hasil panen dan mendukung hilirisasi produk pertanian . Wakil Menteri Agama bahkan mengapresiasi terobosan STII dalam mendukung program ketahanan pangan nasional .

 

Ngaji Pertanian kali ini diharapkan menjadi wadah bagi petani untuk memahami peluang dan tantangan di tengah dinamika geopolitik dan iklim, serta mendorong peran aktif Indonesia dalam arsitektur ketahanan pangan ASEAN . Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti melalui tautan yang telah disediakan STII.

Rel