Palembang , Halosumsel– Suasana keakraban dan kekeluargaan terlihat dalam acara silaturahmi halal bihalal antara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah dengan para aktivis pemuda dan organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten PALI. Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Firdaus Hasbullah pada Rabu (25/03/2026) ini menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan pasca bulan Ramadan serta membahas berbagai isu pembangunan daerah.

Dalam suasana santai namun penuh makna, FH menyampaikan apresiasinya atas kehadiran rekan-rekan aktivis. Ia menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini sangat penting untuk membuka ruang komunikasi yang lebih mudah antara wakil rakyat dan elemen pemuda.

“Puncaknya rekan-rekan dari pemuda jadi mudah berkomunikasi. Alhamdulillah, ini menjadi momen yang baik untuk kita saling bertukar pikiran,” ujarnya di hadapan para hadirin.

Mengusung semangat kebersamaan, FHjuga menyoroti pentingnya komunikasi dua arah antara legislatif dan eksekutif. Ia mencontohkan bahwa komunikasi intensif seperti yang dilakukan dengan Bupati dan jajarannya perlu terus dibangun, termasuk dalam menyikapi masukan dari masyarakat.

“Komunikasi dua arah ini dilakukan, termasuk juga komunikasi dengan Bupati atau kami di DPR terkait hal-hal yang lainnya. Kita harus belajar dewasa. Kritik yang membangun sangat kita perlukan agar kita bisa memahami apa yang kurang baik dan memperbaikinya ke depan,” terangnya.

Salah satu poin penting yang menjadi diskusi dalam pertemuan tersebut adalah gagasan mengenai program kemitraan pertanian. FH memaparkan rencana pemberdayaan masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian agar dapat turut serta dalam mengelola lahan produktif milik negara atau lahan yang selama ini tidak terpakai.

“Bisa membuat masyarakat kita yang tidak punya lahan pertanian bisa mengikuti program kemitraan. Nanti kita bangun kelompok, ada pihak investor yang menjadi mitra. Mereka punya anggaran untuk mengelola lahan, kita punya lahannya. Banyak itu, kalau 4000 hektar, 4000 masyarakat yang bisa kita berdayakan,” jelasnya.

Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar pembangunan di PALI tidak stagnan. Ia mengajak para pemuda untuk terus bergerak dan membangun kehidupan masyarakat melalui kelompok-kelompok usaha bersama.

“Jika tidak ada gerakan inovasi dari kita, kita akan mengalami hal yang sama. Kita harus bergerak membangun kelompok tani, membangun kehidupan. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan lahan-lahan yang dikuasai negara namun tidak produktif untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wakil Ketua DPRD PALI tersebut.

Acara yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan suasana harmonis, menandakan komitmen bersama antara pemuda dan wakil rakyat untuk bersinergi dalam membangun Kabupaten PALI ke depan.

Sofuan