Halosumsel.com –
Melihat potensi Sungai Musi yang menjadi daya tarik kota Palembang maka pembangunan akan dititik beratkan pada pengembangan pariwisata seperti halnya kawasan Pulo Kerto yang akan menjadi target investor luar negeri untuk menjadikan lokasi tersebut kawasan pariwisata berskala internasional.
Dikatakan Staf Ahli Walikota Ekonomi, Pembangunan dan Investasi Sudirman Teguh pariwisata yang paling berpotensi di Palembang yaitu Sungai Musi oleh karena itu perusahaan Australia ingin mengembangkan suatu kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata.
“Sehingga kawasan tersebut nantinya akan menjadi sentral kepariwisataan bukan hanya untuk masyarakat Palembang saja namun akan berskala wisata internasional,”ujarnya, Rabu (24/2)
Untuk mendukung pembangunan kawasan pariwisata tersebut, Sudirman menambahkan, investor asal Italia juga akan menanamkan modalnya untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
“Kota Palembang sedang mengarah kepada green city sebab Palembang merupakan kota yang ramah lingkungan maka kita mengundang investor luar untuk meningkatkan energi listrik tenaga surya yaitu perusahaan asal Italia yang sudah membuat energi listrik tenaga surya di 10 negara.
Untuk besar kapasitas yang dihasilkan, lanjut Sudirman mencapai 100 megawatt dan lokasinya berada di Gandus
“Awalnya 10 megawatt lalu dikembangkan menjadi 100 megawatt, dengan tenaga listrik tenaga surya sebesar 10 megawatt ini kawasan wisata bisa disupply listriknya sehingga jika telah terbentuk kawasan ekonomi berbasis pariwisata akan memerlukan energi yang cukup banyak, kalau hanya mengandalkan PLN tentu saja tidak cukup sehingga jika kedua hal ini digabungkan maka akan bekerja secara paralel dengan kerjasama yaitu kawasan pariwisata dan pembangkit listrik tenaga surya sama-sama akan dibangun,”jelasnya
Untuk kawasan pariwisata yang akan dibangun di Pulo Kerto, Sudirman menjelaskan akan menjadi satu kawasan yang lengkap seperti hotel atau tempat hiburan skala internasional.
“Dulu kita mencoba dengan kawasan agrowisata namun yang sekarang akan digabungkan menjadi satu kawasan pariwisata berbasis internasional, kita harap untuk dua bulan kedepan sudah MoA (Memorandum of Agreement) artinya mereka sudah mengarah pada hak dan kewajiban perusahaan sehingga pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.
(aisyah)
