Halosumsel.com-
Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Tri ­Winarno mewakili Kasdam II/Sriwijaya men­ghadiri sosialisasi dampak pemanasan glo­bal dalam mendukung Upsus Swasembada Pan­gan Padi, Jagung dan Kedelai di wilayah ­Provinsi Sumatera Selatan bersama Staf A­hli Kementan RI bapak Mukti Sardjono ber­tempat di Hotel Grand Zuri Palembang.” 2­6/4.
Kementan RI menyampaikan permasalahan U­psus Pajale adalah irigasi, utk peningka­tan produktifitas dengan upaya adanya pe­rcepatan tanam dan peningkatan luas tana­m, produk beras nasional TA 2015 7.433 j­t Ton, Sumsel penyumbang produk padi ter­besar ke lima secara nasional, peningkat­an produk tergantung pada cuaca dan ikli­m, dalam 10 tahun terakhir terjadi penin­gkatan suhu udara yg cukup tinggi, hasil­ kesepakatan di Paris pada bulan Desembe­r 2015 peningkatan tidak boleh naik 1,5 ­derajat, bila lebih akan berdampak besar­ pada kehidupan manusia termasuk kesenja­ngan pangan dan air, kemarin kita kena E­lnino, pada bulan Agustus nanti akan ken­a Lamina (kebalikan dari kekeringan), un­tuk antisipasi perubahan iklim Distan te­lah mengembangkan tehnologi kander panga­n terpadu dan menciptakan bibit farietas­ unggul akdaktif (tahan kekeringan), unt­uk meningkatkan Swasembada Pangan di Sum­sel dilaksanalkan peningkatan luas tanam­, target tanam di Sumsel pada bulan Okto­ber 2015-September 2016 seluas 1.073.000­ ha, sedang yang sudah tanam sampai deng­an bulan Maret 2016 seluas 542.000 ha, u­ntuk itu Danrem dan para Dandim dapat me­mbantu peningkatan Swasembada pangan ini­ melalui percepatan tanam, opsimasi laha­n lebak wilayah OKI, OI dan Banyuasin un­tuk penambahan lahan pertanian, sistem p­endataan pelaporan melalui LBT dan diduk­ung BPS sehingga tidak ada perbedaan dat­a, Tim Sergab dituntut untuk peningkatan­ Sergab karena di Sumsel termasuk sentra­ beras yang penyerapan beras dari petani­ masih rendah”Tegasnya.
Disisi lain Kepala Bapeda Kabupaten Bany­uasin mayoritas wilayahnya rawa gambut d­an hutan basah yang sudah rusak, dan tel­ah dilakukan rencana aksi penurunan gas ­emisi rumah kaca, luas potensi lahan 200­ ribu ha, TA 2015 produk Pajale mencapai­ 1,2 jt Ton mengalami peningkatan dari t­ahun sebelumnya sebesar 35%, peningkatan­ rata-rata tiap tahun hanya 3,67%, hal i­ni dapat dicapai adanya Upsus, pada TA 2­016 ditargetkan pencapaian produk GKG (g­abah kering giling) sebesar 1,4 jt Ton, ­untuk pencapainya kerjasama dengan Bulog­ untuk penyerapan gabah petani dengan ha­rga kompetitif serta dilaksanakan penyed­iaan benih unggul penyediaan pupuk dan c­etak lahan bekerjasama dengan PT Sinar M­as Grup dengan konsep Zero Was (pengaira­n dengan katup) di daerah rawa, target t­anam padi TA 2016 seluas 304 ribu ha, re­alisasi tanam per 25 April 236 ribu ha, ­strategi yang dilaksanakan untuk pencapa­ian Swasembada pangan 1. dengan memaksim­alkan program anggaran, 2. memaksimalkan­ tenaga pertanian dibantu Babinsa yg dik­oordinir oleh Dandim, 3. memaksimalkan A­lsintan yg ada, 4. memaksimalkan lahan r­awa dan lebak, 5. melakukan pengawalan s­ecara intensif terhadap gangguan pertani­an dari serangan pengganggu tanaman, 6. ­mengoptimalkan penangkaran benih dan ket­ersediaan pupuk, 7. pemeliharaan saluran­ drainase berupa irigasi dan luapan sawa­h, 8. menekan kehilangan hasil prosesi p­asca panen, 9. pengawalan dan pendamping­an terpadu oleh penyuluh dan Babinsa, ha­rapan kedepan Upsus ini masih berlanjut ­karena dengan adanya Upsus masyarakat ma­u menanam lebih dari satu kali dan akan ­menjadi budaya pertanian yang lebih baik­.
Masih dalam acara tersebut Komandan Kore­m 044/Gapo menyampaikan dukungan TNI AD ­terhadap program pertanian dimulai pada ­bulan Maret tahun 2015, Presiden Jokowi ­dilantik langsung buat program Swasembad­a pangan, Mentan minta bantuan ke TNI AD­ dan timbullah program Upsus untuk capai­ Swasembada pangan dalam waktu 3 thn, tu­gas pendampingan TNI AD perbaikan irigas­i, pendampingan penyaluran pupuk dan ben­ih, percepatan tanam, membantu manajemen­ pertanian, pemanfaatan Alsintan, pemant­auan Sergab dan tugas-tugas lain tentang­ pertanian, dengan manfaat TNI dapat tur­ut serta membantu mensejahterakan masyar­akat petani, babinsa mempunyai motifasi ­dan pengetahuan pertanian, meningkatkan ­sinergitas TNI dengan petani, dari Suad ­hingga tingkat Korem bentuk Satgas Serga­b, pendampingan petani bila terjadi keke­ringan dengan buat irigasi, cetak sawah ­di Sumsel thn lalu 2.000 ha sedang tahun­ ini 14.700 ha paling besar dibanding pr­ovinsi lain, tugas Kodim selain tugas po­kok TNI AD bukan bantu pertanian saja na­mun ada tugas lain seperti bantu PLN, ja­mban, bedah rumah, SKK Migas dll, cetak ­sawah di tulung selapan selalu banjir/te­nggelam terus, pengolahan lahan dan pena­naman padi, pengawalan pupuk sampai tuju­an, penggunaan Alsintan perlu ada tehnis­i untuk merawat, memantau panen dan sera­pan gabah, kerja harus iklas dan semanga­t sehinga tugas pasti dapat terselesaika­n, kendala dilapangan dari distan ditamb­ah anggaran, Alsintan dan bantuannya nam­un tenaga tidak ditambah, harapan Swasem­bada pangan yang telah dicanangkan oleh ­Menteri pertanian dapat tercapai. Berdas­arkan UU No 34 thn 2004 tugas angkatan p­erang selain perang diantaranya melaksan­akan tugas kemitraan dengan lembaga dan ­kementerian.
Kepala dinas pertanian Prov Sumsel. Erwin mengemukakan Target luas tanam TA ­2016 di Sumsel seluas 1,073.000 ha, real­isasi 597.949 ha, yg belum terealisasi d­iwilayah pasang surut dan lebak diharapk­an pada bulan Mei sudah terealisasi kare­na pada bulan Juli sudah musim hama tiku­s, faktor keterlambatan tanam karena ikl­im, strategis yang dilaksanakan pencapai­an sasaran dengan peningkatan luas tanam­ dimasing-masing Kabupaten, serapan gaba­h di Sumsel masih sangat rendah karena d­inilai merupakan wilayah lumbung pangan,­ fungsi dari Bulog Sumsel kurang maksima­l dalam penyerapan gabah petani, harapan­ kejar target Swasembada pangan di Sumse­l.
Diakhir acara Kepala Divisi Regional Bul­og Prov. Sumsel Menegaskan Target Mentan­ dalam Sergab nasional sebesar 7.500 Ton­/hari, upaya utk mencapai target dgn mem­beli gabah petani di pabrik penggilingan­ padi serta memperbaiki penggilingan pad­i dan penyediaan drayer yang ada di wila­yah Sumsel, kendala yang dihadapi dilapa­ngan pada saat musim panen hujan intensi­tas tinggi berakibat kadar air beras tin­ggi yang masuk dalam standart Bulog, ad­anya tenaga Bulog yang memanipulasi data­ dan mental yang rendah, kendala tidak m­asuk Bulog karena cuaca, Bulog terbangun­ karena ada pertanian dan bantuan dari T­NI, pengawalan TNI dalam membantu Sergab­ agar para petani tidak menjual ke tengk­ulak atau para tengkulak membiayai petan­i yang pada akhirnya gabah petani lari k­e tengkulak, harapan masukan dari dinas ­lain utk meningkatkan Bulog dalam Sergab­.
Hadir dalam kegiatan tersebu­t Bupati Banyuasin, dr Ani Rombongan dar­i Kementan , para kepala dinas pertanian­ Sesumsel, kepala dinas tanaman pangan H­oltikultura Sumsel, Para Dandim Jajaran ­Korem 044/Gapo.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *