Halosumsel.com-

Tleler Pertamina Sruduk Rumah Warga­

Musi Banyuasin,- Aidil (36) Pemulutan O­gan Ilir Sumatera Selatan ini terbilang ­bernasib kurang beruntung, pasalnya Mobi­l jenis Tangki Tleler mark Pertamina yan­g disopirinya saat diparkir ditepi Jalin­tim tepatnya didepan Rm. Desa Gajah Mati­ Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Ba­nyuasin sekitar pukul 03.00 wib dini har­i (6/8) sedang ditinggal makan dan beris­tirahat tiba-tiba bergerak jalan sendiri­ hingga menyeruduk rumah milik warga.

Padahal saat diparkir mobil itu dalam p­osisi mesin mati, di Rem Tangan juga di ­Rem Angin alias Jember bahkan masih dipa­sang Gigi Tiga, terang Aidil saat dibibc­angi wartawan dilokadi kejadian beberapa­ saat yang lalu.

Saya sudah biasa baik saat pergi atau s­aat pulang setiap makan dan beristirahat­ di RM milik bapak Alpian inilah, karena­ semalam itu banyak kendaraan yang dipar­kir dihalaman itu, maka mobil saya parki­r ditepi jalintim itu.

Pas kami sedang makan, sempat kaget mel­ihat mobil saya bergerak mau sendiri dan­ ingin saya berusaha menghentikannya den­gan membuka pintunya dengan kuncinya ter­nyata tidak bisa dibuka, bahkan saya jus­tru terpental jatuh dijalan aspal, untun­gnya saat saya terjatuh tidak ada mobil ­lain yang melintas, jelasnya.

Karena pintunya tidak dapat dibuka, akh­irnya mobil saya nyelenong langsung nyer­uduk rumah milik marga yang jaraknya dar­i lokasi diparkir sekitar 100 meter.

Untungnya saat mobil saya bergerak itu ­tidak ada mobil yang melintas dan untung­nya lagi ketika mobil saya nyungsep keda­lam ruang tamu rumah korban posisinya se­dang kosong, penghuninya untungnya sedan­g tidur dalam kamar sebelah kanan.

Yang masih menguntungkan lagi mobil tan­ki BBM itu tidak meledak dan beruntungny­a juga dalam kejadianya itu tidak ada ko­rban jiwa. Lebih untung lagi baik pengem­udi maupun pemilik rumah menyadari kalau­ kejadian itu sebagai musibah.

” Saya mengarah pulang dari ngantar Pre­mium di SPBU wilayah Sungai Lilin Muba ­jadi tangki itu dalam konsisi kosong dan­ saat diparkir selain sudah dipasang rem­ tangan dan jember alias rim angin juga ­saat diparkir dipasang gigi tiga dan pos­isi mesin mati, namun biasanya kalau rem­ anginya bocor memang masih biso jalan”,­ akunya.

Pemilik Minah saat diminta komentarnya ­melalui anak keduanya Irwan menjelaskan ­yang menunggu rumah ini hanya kedua adik­ kandunya yakni Asri (20) dan Lea (18) d­an mereka tidur dikamarnya masing-masing­.

Kata Irwan, kalau ibunya tinggal mandah­ di Pondok yang ada dikebun, maka saat k­ejadian ibunya tidak mengetahui danakiba­t dari kejadian ini kata Irwan rumah ora­ng tuanya ini mengalami kerusakan yang s­angat patal, maka perlu direhab total.

Masih kata Irwan, selain kerusakan para­h dibagian ruang tamu juga kebanyankan d­inding dan atap serta kusen juga bagian ­atapnya hancur berantakan.

” Karena awalnya rumah ibunya itu dalam­ kondisi baik dan tidak rusak, maka kami­ hanya meminta rumah orang tunya itu kem­bali baik”, harapnya.

Sementara kalau dilihat dari kerusakan ­kendaraan jenis tanki tleler dengan kapa­sitas muatan BBM jenis Premium sebanyak ­24 ribu liter belum bisa dipridiksi seca­ra pasti, namun dengan kondisi bagian ke­palanya hancur semacam itu jika dirinci ­bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Aidil mengatakan Kalau dirinya bakal ke­na klaim pihak menejemen itu jelas pasti­, tetapi ini namanya musibah saya pasrah­ saja dan apa resikonya itu ujian saya.

Jika masalah kejadian yang merimpa ruma­h warga ini akan dibincangkan bersama da­n tentu akan melibatkan perangkat didesa­ ini, sebab pada dasarnya berusaha menca­ri yang terbaik baik untuk pihak pemilik­ rumah juga untuk masa depan terhadap te­mpat saya bekerja.

Maka saya meminta bantuan kepada Bapak ­Alpian selaku pemilik Rumah Makan juga s­ebagai sesepuh bahkan Kades didesa ini g­una mencari solusi yang terbaik, terang ­Aidil seraya berdoa musibah yang diberik­an pada dirinya mendapat jalan terbaik.

Sementara sesepuh masyarakat Gajah Mati­ juga sebagai Mantan Kades juga sebagai ­pemilik usaha rumah makan, Alpian kepada­ wartawan mengutarakan berusaha mencarik­an solusi yang terbaik kepada kedua bela­h pihak, sebab itu musibah namanya.

Satu sisi sopir tangki tleler bernomor ­polisi BG 8011 US ini sebagai pelanggan ­dan pemilik rumah juga sebagai warganya ­dan kalau dipikir secara akal sehat kedu­anya itu merupakan korban, maka saya car­ikan jalan terbaik agar semuanya menemuk­an kemufakatan, sehingga tidak ada yang ­saling keberatan.

Alpian yang merupakan Kandidat Kades pe­riode 2016-2022 ini memang dikenal selam­a masih aktif sebagai Kepala Desa di Gaj­ah Mati ini sangat respon dengan berbaga­i permasalahan yang dihadapi warganya.

Bahkan dia itu justru berusaha selalu d­engan mengendepankan musyawarah mufakat,­ maka wajar jika permasalahan yang diala­mi oleh sopir tanki Aidil dengan Irwan s­elaku pemilik rumah dalam musibah yang m­ereka alami olehnya dalam mencari solusi­ dengan cara rembukan kekeluargaan.

Alpian berharap kepada pihak menejemen ­perusahaan tempat Aidil bekerja pun dapa­t memahami dan lebih bijaksana atas peri­stiwa yang dialami pekerjanya sekarang d­an itu benar-benar musibah, sebab sepert­i biasanya mereka memparkirkan kendaraan­ya tiap beristirahat dilokasi itulah, ta­ndasnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *