Halosumsel.com-
Semenjak Pemerintah Pusat dan DPR RI memberlakukan pemberantasan pungutan liar (Pungli), puluhan Personil dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Palembang Sumatera Selatan yang selama ini ditugaskan di Pos Timbangan maupun di Terminal dan Parkir berkedok untuk penarikan retribusi mulai dikosongkan, sedangkan personilnya untuk sementara waktu masih dikandangkan dan belum diketahui kapan kembali dioperasikan.
Dari informasi yang dihimpun wartawan media ini, aktivitas pada Pos penarikan retribusi yang terdapat djalur lintas timur Sumatera yang sudah terlihat mulai dikosongkan di Pos Timbangan Pematang Panggang, Terminal Induk Ogan Komering Ilir (OKI), Terminal 32 Kabupaten Ogan Ilir (OI), Terminal Karya Jaya Kodya Palembang, Terminal Alang-Alang Lebar Kodya Palembang, Terminal Induk Kabupaten Banyuasin dan Timbangan Senawar Kabupaten Musi Banyuasin.
Sekalipun masih aktivitas dari sebagian personil ditempat-tempat itu, mereka tidak melakukan kegiatan sebagaimana selama ini dilakukan dan mereka bersifat pengawasan dan bersosialisasi saja,pengakuan Remon (42) salah seorang pengemudi truk yang sudah biasa mangkal di dalam Terminal Induk Banyuasin saat berbincang dengan wartawan (27/10) sekitar pukul 01.00 wib dini hari.
” Kalau kami sudah biasa setiap melintas baik dari arah Jambi maupun sebaliknya, selalu mampir didalam Terminal ini, apalagi ketika tiba disini waktu sudah larut malam, sekaligus untuk beristirahat dan dulu diminta uang parkir oleh petugas, tetapi sudah dua kali ini menginap sudah tidak ditarik lagi, walau ada petugas mereka terlihat patroli saja”, akunya.
Masih kata Remon, sebenarnya walau kami diminta uang retribusinya itu sebenarnya tidak keberatan, sebab cuma Rp.10 ribu, nah mengenai itu distor atau dikantongi oleh petugas itu sendiri kami tidak mengetahui, yang pasti sudah iklas.
” Tentang tiket atau karcis memang kami jarang minyak, tetapi setiap masuk didalam terminal ini kami selalu membayar Rp.10 ribu waktu sebelum diberlakukan aturan pemerintah itu dan kami baru mengerti masalahnya setelah ada kawan memberitau usai membaca berita di Internet”, katanya. (cw)

