Halosumsel-

Kondisi ruas jalan saat ini selain licin dan banyak digenangi air juga diperparah adanya genangan lumpur, sehingga merepotkan masyarakat pengguna jasa transpotasi jalan darat dan jika kurang menguasai kendaranya ditambah tidak mahir melintas dalam kondisi jalan semacam itu kendaraanya bisa tertanam didalam jalan yang berlumpur, ujar Ansory pengemudi truk itu saat berbincang dengan wartawan dilokasi (16/3).
” Tidak adanya dana atau hanya sampai di Desa Tanjung Laut saja dari pemerintah banyuasin dalam melakukan perbaikan dengan pola beton itu, sepertinya pelaksanaannya pun kini sudah terlihat mandek”, ungkapnya.
Ansory menambahkan, walau saat ini ada upaya dari pemerintah banyuasin berupa alat berat jenis ekskavator untuk menyerap pada ruas jalan yang rusak juga belum dapat memberi solusi kelancaran kendaraan angkutan barang melintas.
Pengemudi truk angkutan barang asal Pangkalan Balai ini mengaku kesal, karena setiap melintas kendaraanya selalu terjebak dalam lubang yang berlumpur, apalagi saat ini intensitas hujan pun masih tinggi dan penanggulangan dari pemerintah dianggap setengah-setengah penggarapannya, tuturnya seraya berharap supaya perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan serius.
Untuk itu kata Ansory, siapa yang menjadi orang yang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung baik itu Kades, Camat dan Bupati termasuk para wakil rakyat supaya lebih mengedepankan hajat rakyatnya, jadilah di Banyuasin sudah terpuruk dengan ditangkapnya Bupati non aktif Yan Anton Vs oleh OTT KPK, tetapi untuk selanjutnya sekarang ini siapa saja yang berperan baik di kecamatan Pulau Rimau dan Bupati di Banyuasin hanya serimoni saja, bebernya.
Sementara camat Pulau Rimau, Adhi Hariyono saat hendak diminta konfirmasinya justru meninggalkan kantornya cepat-cepat mengenakan kendaraan roda duanya entah pergi kemana arahnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *