Halosumsel-
Tongkang dengan nomor lambung ARK 04 yang dibawa Tugboat Tanjung Buyut 2 tersebut, nampak melintang setelah menabrak fender dan salah satu tiang. Insiden penabrakan terjadi pada pukul 11.00, hal itu diakibatkan tali penarik dari Tugboat putus saat 500 meter lagi mendekati jembatan Ampera. Sekitar dua jam menutupi arus lalu lintas sungai, tongkang itu berhasil dievakuasi dengan cara ditarik oleh delapan kapal pada pukul 12.25 WIB. Evakuasi terkendala arus sungai deras dan muatan batubara yang besar.
Walikota Palembang Harnoyojo, menyayangkan kejadian yang terus berulang tersebut. Dengan adanya kejadian ini. Pemkot Palembang meminta agar kedepan ada pengawasan terkait lalu lintas Sungai Musi. Perlu ada penambahan rambu-rambu sungai, agar dapat menjadi pelindung bagi lalu lintas sungai.
“Perwali soal Lalu Lintas Sungai akan diterbitkan, tinggal mencantumkan nomornya, prosesnya sudah siap, ini berdasarkan Perda 18 tentang Angkutan Sungai. Dengan demikian diharapkan ada kontribusi dari pihak ketiga, agar sama-sama terlibat dan menjaga lalu lintas sungai dari segala kemungkinan yang ada,” katanya usai memantau Jembatan Ampera, Rabu (17/5).
Sesuai Perda No 14/2011, standar kapal yang melintasi Sungai Musi Tinggi maksimal ketinggian kapal 8 meter pada air pasang tertinggi, lebar kapal 28 meter dan maksimal berat 8000 ton. “Kita minta Pelindo agar dapat memperbaiki kondisi itu dan bertanggung jawab atas kejadian yang mengancam ikon Kota Palembang tersebut,” jelasnya.
Harnojoyo berharap agar kedepan kejadian seperti hari ini tidak lagi terjadi. Pasalnya, di tengah kondisi arus sungai yang deras, butuh ekstra hati-hati dalam membawa tongkang yang memiliki muatan cukup besar saat melintas.
“Kami lihat kejadian ini akibat arus pasang surut yang cukup deras. Meski begitu, kami berharap agar seluruh pengusaha stockfile dan petugas pendu dapat memperhatikan kesiapan setiap pelayaran. Karena, dari informasi, kejadian tersebut akibat tali dari Tugboat yang menjadi kapal pandu terputus,” tukasnya. (iya)

