Halosumsel-
Pasar murah yang digelar beberapa di-7 titik yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Banyuasin, ternyata belum mampu menstabilkan harga sembako di bulan Ramadhan, harga sembako di pasar induk Pangkalan Balai, Betung masih terlihat masih tinggi.
Harga daging segar masih bertahan pada tarif Rp.130.000 perkilogram, padahal pemerintah mematok harga Rp.80 2 ribu dan hargang putih masih jauh diatas harga Rp.30 ribu, sedangkan Pemerintah mematok harga dibawah itu.
Apalagi 10 hari menjelang hari raya Idhul Fitri, harga daging segar diprediksi mencapai harga kisaran Rp.160 ribu hingga Rp.170 ribu dan itu sudah jadi pengalaman puluhan tahun menjadi pedagang daging sapi segar di pasar induk Pangkalan Balai ini, ujar Kamal kepada wartawan (5/6).
Dikatakannya, sekalipun dari pemerintah ada daging dalam pasar murah itu tidak mungkin mampu menekan apalagi menurunkan harga daging segar, walau pun berapa harganya kalau daging itu segar tetap dibelinya dan daging yang dipasarkan pada murah itu daging yang sudah didinginkan.
Termasuk harga sembako lainya, yang murah hanya sesaat itu ditempat digelarnya pasar murah saja, ditempat lain tidak mungkin akan stabil harganya bahkan mengalami lonjakan harga itu pasti terjadi.
Masih kata Kamal, operasi pasar itu kalau diselenggarakan secara rutin dan merata diseluruh wilayah Banyuasin ini dimungkinkan harga sembako dalam Ramadhan dan lebaran Idhul Fitri, dimungkinkan bisa standar, tegasnya.
Terpisah, Apri (38) via telpon warga Talang Kelapa Banyuasin mengatakan terkait harga sembako dengan operasi pasar yang sudah diselenggarakan oleh Pemkab Banyuasin selama ini, justru tidak menyentuh pada kalangan katagori warga kurang mampu.
Menurutnya, operasi pasar murah yang diselenggarakan ditempatnya banyak dibeli oleh kalangan pejabat baik yang bertugas di kelurahan maupun di kecamatan itu sendiri, Apri setuju pendapat bahwa operasi pasar murah diselenggarakan di Banyuasin belum mampu menstabilkan harga sembako pada bulan Ramadhan apalagi menjelang hari raya Idhul Fitri mendatang.
” Saya pikir setiap diselenggarakan operasi pasar murah dipastikan banyak diborong oleh kalangan pejabat disekitar penyelenggaraan dan contohnya yang terjadi diwilayah Opera Pasar Murah di Talang Kelapa beberapa waktu yang lalu”, pungkasnya seraya berharap kegiatan operasi pasar murah jangan dijadikan lahan kesenjangan saja, jika memang diperuntukkan bagi kalangan keluarga kurang mampu supaya tepat sasaran.(Waluyo)

