Palembang, Halosumsel-

Sejak terpilih dan dilantik sebagai Ketua PWI Sumatera Selatan pada 6 Maret 2019 lalu, H Firdaus Komar telah melahirkan berbagai ide dan gagasan agar salah satu lembaga pers, PWI Sumsel, ini lebih maju.

Sebagai salah satu bentuk komitennya dia membangun sinergi dengan berbagai pihak agar PWI Sumsel dapat bekerjasama namun tidak melupakan objektivitas profesi wartawan yang dia nakhodai.

Pria kelahiran Muara Lakitan, Musirawas, 8 Januari 1971 memang sejak awal terpilih sudah berkomitmen membangun PWI lebih baik lagi. Saat itu Firdaus berjanji membenahi PWI Sumsel dengan mengedepankan sinergi dengan semua pihak.

Dia juga berjanji sekretariat PWI akan lebih dihidupkan sehingga menjadi wadah jurnalis diskusi. Mari kita bersama-sama membesarkan PWI dan melupakan semua perbedaan yang ada,” katanya saat itu.

Firdaus Komar sehari-hari adalah ayah dari lima orang putri buah hati dari pernikahannya dengan Annisatul Mardiah. Dia juga mengelola beberapa usaha dan media milik sendiri.

Pria yang hobi traveling ini hal yang sangat prioritas baginya saat ini adalah peningkatan kualitas wartawan. Melalui program “coaching clinic” (bimbingan dalam bentuk pelatihan) untuk media. Untuk merealisasi program ini. dia telah menggagas kerjasama dengan Balai Bahasa Sumsel.

Bimbingan dalam bentuk pelatihan ini, kata Firdaus sangat dibutuhkan seiring dengan banyaknya media online dan munculnya wartawan baru yang kadang secara skill belum punya kemampuan standar dalam melaksanakan profesi jurnalistik. ” Ini sangat jadi prioritas saya sebab hal yang paling banyak dikeluhkan nara sumber adalah banyaknya wartawan yang dalam betugas kadang tidak memiliki etika. Mereka ada yang angota PWI atau sebaliknya,” ujarnya.

Keluhan nara sumber ini, kata Firdaus membuat persoalan baru. “Perlu pelurusan tujuan jadi wartawan itu apa,” tegas Firdaus.

Selain itu, hal yang dia anggap prioritas adalah mengupayakan kantor PWI Sumsel yang refresentatif. Dia bermimpi PWI Sumsel bisa punya gedung permanen. “Gedung yang ada saat ini alhamdulillah sudah ada komitmen Gubernur Sumsel Herman Deru tahun ini. Melalui APBD Sumsel akan ada rehabilitasi gedung PWI Sumsel,” kata Firdaus, walaupun hingga kini belum terealisasi.

Kandidat doktor dari FISIP Unsri ini melihat PWI sebagai “paket komplit” bagi pihak luar untuk diajak bekerjasama. “saya bilang paket.komplit karena di PWI itu semua bidang tersedia. Mulai dari olahraga, sosial, ekonomi hingga pendidikan dan diskusi. Jadi bekerjasama dengan PWI akan menguntungkan pihak luar, apalagi PWI satu-satunya organisasi wartawan yang paling lengkap.

Karena kecintaannya kepada dunia jurnalistik alumni FKIP Unsri tahun 1994 ini memilih disertasi program doktornya dengan topik Pengelolaan UKW secara nasional.

Hal penting yang dia terapkan dalam memimpin PWI Sumsel adanya manajemen keterbukaan dan jangan pernah meminta minta dengan pihak luar sehingga menimbulkan perform baik. Jika pihak luar membantu atas sinergi yang tentu saja saling menguntungkan dengan tujuan melaksanakan fungsi dan tanggung jawab pers.

Sinergitas dengan pihak luar dalam membina kerjasama terutama untuk meningkatkan kwalitas wartawan dia yakini dapat berhasil. “PWI itu organisasi yang secara finansial punya keterbatasan. Jadi bersinergi positif dapat meningkatkan performa PWI,” katanya. (ida syahrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *