Pajar Bulan, Halosumsel –
Curah hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Lahat diterjang banjir serta tanah longsor
Akibat tanah longsor yang terjadi di wilayah Desa Bantunan Kecamatan Pajar Bulan, satu orang korban meregang nyawa, korban meninggal akibat tanah longsor ini bernama Habibi Juliansyah (34) warga Pematang Bango Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam yang berkebun diareal sungai are.
Menurut keterangan Eko salah seorang saksi mengatakan, Jasad Habibi Juliansyah ia temukan bersama rekan-rekanya Pada hari Kamis, (09/03/2023) sekira pukul 11:00 WIB saat ditemukan jasadnya sudah tertimbun tanah dan reruntuhan kayu pondok yang selama ini tempat ia bermalam dikebun, sebelumnya usai waktu subuh kami sudah menghampiri Habibi Juliansyah dan memberi saran agar menjauh dari areal pondok karena takut akan terjadi longsor, namun saran tersebut belum digubris korban karena saat itu ia sedang memunguti jemuran buah kopi yang tergerus air hujan. ”merasa heran korban tidak kunjung datang menampakan diri kami berusaha mencari dan kami temukan korban sudah tertimbun longsor.” Jelasnya
Mendapati kejadian itu kami langsung mengangkat mayat korban dan menghubungi beberapa kerabat serta lngsung membawa korban kerumahnya di Pagaralam.” Ungkapnya
Kapolsek Pajar Bulan AKP Bambang Julianto SH MH mengatakan, lokasi kejadian tanah longsor tersebut TKP nya di ataran sungai are bukit bantunan, agar bisa sampai ke TKP kita harus naik bukit kurang lebih 3 jam dengan menggunakan kendaraan motor khusus, saat ini menurut pantauan kami korban sudah di evakuasi pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka yg beralamat di Pematang Bango Kota Pagaralam, saat ini anggota kita sedang kerumah duka utk mencatat identitas korban.” Ungkapnya
Ia menyampaikan, bahwa di wilayah Pajar Bulan telah terjadi banjir bandang, yang menerjang aliran sungai di Desa Ulak Bandung (stupe) akibat banjir tesebut beberapa hektar kebun dan sawah warga rusak parah, banjir ini pun merobohkan jembatan beton yang merupakan akses penghubung antar desa diwilayah itu, saat ini warga sekitar masih terisolir, yang berkebun diwilayah itu tidak bisa keluar desa, begitupun sebaliknya warga desa yang hendak pulang tidak bisa lewat karena arus banjir masih tinggi dan jembatan terputus, kami menghimbau agar warga selalu waspada dan jangan terlalu dekat ke area sungai.”Tegasnya.***

