Halosumsel.com-
Selasa, 22 Desember 2015, Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) telah genap
berusia 54 tahun. Perjalanan panjang Prajurit Kowad terbukti mampu
menjaga diri walaupun banyak resiko yang dihadapi. Prajurit Kowad dengan
segala keterbatasan telah memperlihatkan dedikasi yang tinggi, tahan
menghadapi berbagai macam godaan, bahkan selalu siap mengorbankan jiwa
dan raga untuk mengharumkan nama bangsa, dengan senantiasa memegang
teguh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk menjadi wanita yang kuat dan tangguh bukan hanya harus memiliki
tubuh yang kekar. Banyak sekali para wanita sekarang memilih profesi
yang lebih hebat seperti halnya kaum pria. Bahkan mereka rela
mengorbankan dirinya demi misi yang diterima yaitu mengharumkan nama
bangsa. Demikian juga halnya dengan para wanita – wanita cantik dan
relatif masih muda ini yaitu Yosevin, Bimbi, Henny, dan Riska Ayu
Hardianti. Mereka berempat adalah bagian dari anggota Korps Wanita
Angkatan Darat (Kowad) yang bertugas di satuan jajaran Kodam II/Swj.
Untuk menjadi anggota Kowad memang tidak mudah, Calon Kowad dinyatakan
telah memenuhi syarat dan mereka harus melalui pendidikan selama lebih
kurang 7 bulan dengan pendidikan yang sama dengan para tentara pria
lainnya, lalu mereka akan menerima pembinaan dan dibentuk dari pribadi
sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap
ditempatkan dimana saja dan kapan saja. Walaupun itu bertentangan dengan
keinginan, namun harus tetap dilaksanakan.
Sebagai Warga Negara dan Wanita Indonesia, Kowad memiliki kepribadian
yang lengkap dan menarik. Karena di dalam jiwa raganya, selain terdapat
kekuatan juga terdapat rasa kemanusiaan yang tinggi serta memiliki
kepribadian, berbudi pekerti luhur, bersih hati, jujur, mempunyai sikap
kemandirian yang tinggi, bertanggung jawab dan menjunjung tinggi kodrat
kewanitaannya serta penuh pengabdian terhadap Negara, Nusa dan Bangsa
Indonesia.
Setelah menjadi anggota Kowad bukan berarti keempat wanita ini tidak
mengalami berbagai macam pengalaman dan ujian dalam hidup mereka. Lettu
Ckm (K) Yosevin misalnya, sebelum bergabung menjadi prajurit Kowad,
wanita yang mempunyai nama lengkap Yosevin Wahyu Listiyowati, Amd. Kep.,
ini sudah bekerja sebagai perawat di RS. Panti Rapih, Yogyakarta
Wanita yang berkulit hitam manis dengan potongan rambut pendek ini
adalah pribadi yang ramah. Perempuan kelahiran Sleman, 15 Juni 1984 ini
pertama kali masuk tentara pada tahun 2008 melalui Seleksi Kowad Sepa PK
TA. 2008/2009. Setelah menyelesaikan pendidikan, langsung ditempatkan
di Kesehatan Kodam (Kesdam ) II/Swj. Saat ini dirinya sehari-hari
berdinas di Staf Keskureh Kesdam II/Swj menjabat sebagai Kaur Kesgilut
Kesdam II/Swj.
Mengawali kariernya, pada tanggal 4 Desember 2013 mendapatkan perintah
dalam Satuan Tugas (Satgas) Misi Perdamaian PBB di Lebanon sebagai Nurse
Officer di UNIFIL HOSPITAL selama lebih kurang 1 tahun.
Bersama dengan tentara dari berbagai Negara, seperti ; Italy, India,
Perancis dan Belarusia, melayani dan menolong orang-orang yang sakit
terlebih para tentara PBB dan penduduk asli. “Awalnya kami mengalami
kesulitan dalam berkomunikasi dikarenakan penduduk asli Lebanon
menggunakan bahasa Arab dan Spanyol, namun lama-lama kami sudah terbiasa
dan mengerti,” ungkap Yosevin.
“Sebagai seorang prajurit wanita, bertugas di luar negeri merupakan
suatu kebanggaan. Saya berharap semoga di tahun berikutnya banyak
dikirim tentara wanita dalam misi perdamaian,”ujarnya.
“Walaupun bertugas di Negara yang sedang mengalami konflik, tetapi
dengan berserah diri kepada Tuhan dan bekerja secara ikhlas, maka tugas
kita mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik. Yang terpenting selama
melaksanakan tugas disana saya selalu berprinsip, Open Your Mind Before
Open Your Mouth”., pungkas wanita yang masih lajang ini.
Demikian juga dengan Bimbi, Wanita kelahiran Jambi dengan nama lengkap
Lettu Ckm (K) dr. Bimbi Angrayuni Delta, sehari-hari berdinas di Kesdam
II/Swj bersama dengan 2 orang rekan seprofesinya pada bulan Mei 2012
melaksanakan penugasan yang pertama kali sejak menjadi prajurit wanita
sebagai Dokter Satgas Pamtas RI – Malaysia Kalimantan Timur.
“Yang sangat membanggakan bagi kami adalah dalam penugasan ini baru
kali pertama ada Kowadnya. Jadi kehadiran kami disana bak selebritis.
Masyarakat setempat baru tahu tentara itu ada perempuannya,” terang
Bimbi.
“Disamping tugas pokok memberikan dukungan kesehatan dan pelayanan
kesehatan kepada 650 Yonif 141 yang bertugas dalam Satgas Pamtas RI –
MLY di wilayah Kaltim, kami berkesempatan mendampingi Komandan Satuan
(Dansat) mengunjungi beberapa pos dan patok perbatasan yang tersebar di
wilayah Kaltara dan Kaltim yang hanya bisa dicapai dengan transportasi
air, bahkan beberapa pos hanya bisa dicapai dengan jalur udara (heli).,”
ujarnya. Selain itu, kami juga berkesempatan menikmati kebudayaan
setempat dan kearifan lokal saudara-saudara kita di pulau terluar.
“Berkah penugasan bagi saya pribadi adalah bertemu dengan orang yang
menjadi suami saya sekarang. Dia juga seorang tentara sebagai Danki di
Satuan Yonif 200/Raider,” imbuhnya sambil tersenyum malu.
Selain Yosevin dan Bimbi, dua anggota Kowad lainnya yang juga memiliki
bakat dan prestasi di bidang olah raga yakni Sertu Riska Ayu Hardiyanti
yang juga berasal dari Jambi. Ia pernah meraih Juara 3 dalam Kejuaraan
BDM Yong Moo Do Kasad Cup IV dikelas 60 Kg Putri di di Kalimantan
Timur.
“Dengan prestasi saya mendapatkan Juara 3 tersebut, Alhamdulillah saya
mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kejuaraan Yong Moodo di Korea
Selatan,” ujar Riska.
Dalam persiapan menghadapi kejuaraan tersebut, Riska dikirim untuk
melaksanakan latihan bersama di Universitas Young Dong, Korea Selatan
selama kurang lebih 50 hari. Sebelumnya terlebih dahulu melaksanakan
latihan bersama di Kostrad selama beberapa bulan.
“Menjadi anggota Kowad memang tidaklah mudah, tetapi kami berbesar hati
mengemban misi yang kami bawa. Sebagai prajurit, personel Kowad harus
dapat berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah
Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujarnya.
Sedang Serka Henny Oktari, perempuan kelahiran Palembang, 32 tahun silam
ini, sebelumnya pernah berdinas di Medan, Sumatera Utara. Pada tahun
2012, telah menikah dengan Kapten Cba Afrizal dari Satuan Deninteldam
II/Swj dan telah dikaruniai 2 orang anak yang bernama M. Dzaky (2,5
tahun) dan Aisyah Nurafni. R (5 bulan).
Henny mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak ada niat untuk menjadi
anggota TNI-AD. Menjadi Kowad bukanlah cita-citanya sejak kecil. Awalnya
sekedar mencoba, tidak disangka berhasil menjadi Kowad yang dilantik
pada Agustus 2002 silam. Walaupun orang tua Henny pensiunan TNI AD,
tidaklah terpikir olehnya untuk meneruskan karier ayahnya tersebut.
Seperti wanita-wanita yang lain, sebelumnya Henny bukanlah seorang atlit
menembak. Mengawali atlit nembak setelah Henny menjadi Kowad tepatnya
pada tahun 2006, disitulah pertama kali mengikuti TC dan akhirnya
mengikuti Lomba Tembak Kasad Cup. Pada saat itu Henny berangkat hanya
sebagai cadangan. Namun tak disangka, ternyata dimainkan sebagai pemain
inti dan berhasil menyumbangkan mendali Emas dan Perak beregu bagi Tim
Pistol Putri.
Sebagai atlit menembak pistol, Henny telah melanglang buana mengikuti
kejuaraan di Indonesia maupun manca negara untuk berpartisipasi dalam
kejuaraan menembak.
Meski berbagai prestasi berhasil diukirnya, Henny tidak pernah berpuas
diri. Dia selalu berupaya tampil lebih baik dalam setiap aksinya di
lapangan. Prestasi demi prestasi kembali diraihnya dari berbagai
turnamen baik dalam maupun luar negeri. Berikut ini berbagai rangkaian
prestasi yang berhasil diraih Serka Henny Oktari diantaranya ;
Tahun 2006, Kejuaraan Kasad Cup berhasil meraih mendali Emas dan Perak
beregu Putri,
Tahun 2007 Kejuaraan kasad Cup beregu berhasil meraih mendali perak,
Tahun 2008, Kasad Cup beregu berhasil meraih mendali Emas dan mendali
Perunggu,
Tahun 2008, menjadi Tim dalam Kejuaraan Asean Armies Rifle Meet (AARM)
di Philipina (Tarlac),
Tahun 2009, mengikuti Kejuaraan AARM di Singapura,
Tahun 2010 mengikuti Kejuaraan AARM di Malaysia,
Tahun 2011, mengikuti Kejuaraan AARM di Indinesia (Cilodong) sebagai
tuan rumah,
Tahun 2012, mengikuti Kejuaraan Menembak Panglima TNI Cup dan berhasil
meraih Mendali Emas untuk Perorangan dan Mendali Emas beregu.
Meski berhasil mengukir segudang prestasi, Henny tidak pernah berpuas
diri ataupun tinggi hati, ia tetaplah wanita Ibu rumah tangga ramah dan
bersahaja sama ibu-ibu yang lain. Henny sekarang tetap seperti Henny
yang dulu, bagaikan sang Srikandi yang sangat konsisten terhadap tugas
dan tanggung-jawabnya.
Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), bukan Mawar Penghias Taman, tetapi
Melati Pagar Bangsa yang merupakan semboyan atau slogan yang tidak
diartikan secara harfiah berdasarkan konteks kalimat tetapi sebagai
khiasan yang mempunyai makna bahwa Kowad tidak berfungsi sebagai
penghias saja. “Jayalah Srikandi Srikandi Kodam II Sriwijaya.” (sofuan)

