Imron didifinitifkan sebagai lurah Rimbas ini yang sebelumnya sempat terjadi kekosongan Lurah dan selama ini Imron sebagai Kasipem di Kecamatan Betung sekaligus sebagai Plh Lurah Rimbas selama 9 bulan setelah lurah Rimbas yang lama, Saperan menempati jabatan yang baru sebagai Sekjen KPUD Kabupaten Banyuasin.
Selama 9 bulan segala urusan yang bersifat prinsip sempat fakum dan masyarakat dalam Kelurahan Rimbas sempat juga menggelar aksi mendesak Camat Betung dan Bupati Banyuasin menempatkan Lurah yang difinitif, tegas salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Rimbas HM A. Rifai Burhan kepada wartawan media ini (11/8).
Berkat desakan masyarakat dan para tokoh Rimbas tersebut menurutnya, Imron akhirnya dilantik menjadi Lurah Rimbas yang difinitif.
Dengan didifintifkannya Imron sebagai lurah Rimbas kata Pak Haji yang akraf disapa ini, supaya lebih mengedepankan kepentingan masyarakat Rimba Asam bisa secepatnya mengejar ketertinggalan selama ini, harapnya.
Masih kata Pakhaji, lurah Rimbas yang baru ini segera mewujudkan apa yang menjadi kendala masyarakat selama ini seperti masalah air bersih dari PDAM yang sering tidak mengalir, padahal saat sekarang sedang musim kemarau.
Sayangnya Imron yang baru hari ke-4 menjabat lurah difinitif di Kelurahan Rimbas tidak banyak memberi komentar saat dijumpai wartawan dikantornya, hanya menjelaskan dirinya sudah dilantik pada hari senen yang baru lalu bersama dua rekannya oleh Kaban BKD Banyuasin, tak lama kemudian Imron meninggalkan tempat entah pergi kemana arahnya.
Sehingga apa yang menjadi visi dan misinya kedepan yang menjadi harapan masyarakat Rimba Asam belum jelas, karena tiba-tiba pergi tidak memberi kejelasan. (waluyo)
