Halosumsel.com-

Suasana kantor sentral pengadaan pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Sumsel ini mulai terlihat redup setelah Kepala Dinas dan dua orang Kepala Bidang mundur dari jabatanya secara mendadak.
Mundurnya mereka sesuai dengan suratnya yang dilayangkan kepada Bupati yang ditembuskan pada Ketua DPRD juga Kepala BKD Banyuasin terhitung 5 Agustus 2016 lalu.

Mundurnya Kepala Distanak Banyuasin Ir H Saiful Bahkri beserta kedua Kabidnya yakni Sarjono dan Saman yang terkesan secara mendadak itu masih menimbulkan teka-teki dimasyarakat khususnya para patani dan peternak di Banyuasin.

Seperti pemberitaan dimedia ini beberapa waktu yang lalu alasan Kadistanak Banyuasin Ir H Saiful mundur dari jabatanya karena faktor usia, sudah lama menjabat dan target pertanian tahun 2017 dari takut gagal, karena hasil perhitungan tidak bakal tercapai, untuk tahun 2016 saja pencapaian targetnya itu dipaksakan, sedangkan tahun 2017 target 50 ribu hektar itu tidak mungkin dapat dicapai, jelas Ahyar salah seorang anggota kelompok tani dari Rantau Bayur kepada media ini (11/8).

Seperti yang dijelasan Syaiful dihadapan Ketua Komisi II DPRD Banyuasin kata Ahyar bahwa pengunduran diri ketiga pejabat Distanak terkait besarnya target produksi Padi tahun 2017 yang tidak mungkin tercapai karena luas tanam yang tidak memungkinkan.

Dari penjelasan Syaiful tadi, luas tanam tahun 2016 ada 304.558 hektar dan ditambah 5 persen sehingga luas tanam yang sudah dipakai tahun 2016 seluas 319.789 hektar.

“Sedangkan target tahun 2017 luas tanam 50.000 hektar, artinya ada kekurangan lahan seluas 269.789 hektar. Bahkan ditambah 36,8 persen pun luas tanam maka Target ini tidak akan bisa dilaksanakan”, ungkapnya.

Tidak mau terjadi kegagalan, maka Syaiful dan kawan-kawan menyatakan diri mundur. “Dari perhitungan mereka, 50.000 hektar yang ditargetkan sulit untuk dicapai”, tandasnya.

Ahyar mengkwatirkan, dengan mundurnya yang berpotensi dan ahlinya di bidan pertanian dan peternakan itu stok pangan di Banyuasin terjadi Staknasi, sehingga bisa mengancam kemiskinan bagi para petani.

Dia menambahkan, ada dugaan kuat mundurnya mereka itu ada unsur politik yang menajam, maka lebih baik mengambil langkah strategis dari awal telah melengserkan dirinya.

Yang lebih dikwatirkan lagi jika pengganti Bapak H Saiful nanti orangnya yang tidak memiliki keahlian dibidang pertanian maupun peternakan, maka Banyuasin akan dihadapkan dengan kemiskinan yang meluas.

Untuk Ahyar berharap, agar bapak Bupati dan Sekda Banyuasin dapat mencari pengganti yang lebih baik dari H Saiful, tetapi jika asal mendudukan seorang pejabat saja, tentu hanya akan menjadi bumerah bagi Bupati dan Sekda itu sendiri, tandasnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *