PALEMBANG, Halosumsel – Sebagai upaya mendapatkan dukungan dan juga untuk mendapatkan koalisi dari berbagai partai politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) November 2024 nanti, Mawardi Yahya dan Harnojoyo (Mahar) yang merupakan pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan terus mengikuti proses penjaringan di beberapa Partai Politik.

Upaya tersebut terlihat saat Mahar menjadi pasangan pertama yang mengambil formulir pendaftaran Balongub dan Wagub Sumsel di beberapa Partai Politik seperti PKB, PAN, PDIP dan Demokrat beberapa hari yang lalu dan dilanjutkan dengan pengambilan formulir pendaftaran di Partai Hanura Sumsel hari ini, Selasa (30/4/2024).

Edwar Jaya selaku Ketua tim kuasa hukum Mahar, berharap dengan hubungan yang sudah terjalin dengan baik selama ini bersama Mawardi, nantinya Partai Hanura bisa ikut bagian koalisi mengusung Mahar.

“Kami berharap Partai Hanura Sumsel nantinya dapat bersama- sama dan berkualisi di Pilkada 2024. Karena sudah ada hubungan baik dengan DPD maupun DPP Partai Hanura sudah terjalin,” ucap Edwar Jaya.

Edwar Jaya juga menjelaskan bahwa pastinya nanti dari parpol- parpol yang buka pendaftaran, maka akan diikuti mekanismenya, dengan awalnya mengambil formulir.

“Tentunya kita berharap Mahar dapat menjadi calon tunggal, tetapi semua tergantung partai, pasti partai sudah mengetahui rekam jejak kita dan tentunya kita juga menyampaikan keinginan kita untuk membangun Sumsel,” ujarnya.

Dilanjutkannya lagi bahw memang pada Pilgub 2018 lalu Hanura merupakan penentu dan pendukung Herman Deru- Mawardi Yahya (MY) bersama NasDem dan PAN sehingga memenuhi syarat dukungan parpol minimal 20 persen.

Edwar Jaya juga menambahkan bahwa Partai Hanura sebetulnya partai yang ditinggalkan setelah HD memimpin, mengingat dirinya juga tim HD- MY yang merasa tidak ada perhatian dengan partai pendukung setelah berkuasa, dan kedepan jika Mahar memimpin hal itu dipastikan tidak akan terulang.

“Kita tahu dengan calon lain yang telah merasakan, hubungan pribadi emosional yang pernah di PHP dan macam-macam. Nantinya, kita ingin bersama- sama membangun Sumsel, dan pak Mawardi berharap semua partai bisa bergabung ke Mahar, ” tukasnya.

Sementara Ketua DPD Hanura Sumsel Ahmad Al Azhar didampingi Ketua tim Penjaringan Penetapan dan Pemenangan (TPPP) Balon kepala daerah Partai Hanura Sumsel Mulyadi dan Sekretaris Fahmi mengatakan, pasa hari pertama pendaftaran baru terdapat pasangan Mahar yang mengambil formulir pendaftaran, dan kandidat lain sudah komunikasi akan mengambil juga nantinya.

“Kita membuka kesempatan kepada putra putri terbaik di Sumsel, yang hendak berkontestasi di Pilkada bisa mendaftar di Hanura Sumsel, ” katanya.

Dijelaskannya, untuk persyaratan mereka yang hendak mendaftar sendiri, diterangkan Fahmi tidak ada hal khusus, namun umum.

“Persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan, dan pendaftaran gratis, ” jelasnya.

Diungkapkannya, ada beberapa tahapan balon yang telah mendaftar, dengan panitia memverifikasi berkas syarat Cakada, dan nantinya dilaksanakan Fit and proper test.

“Mekanisme nanti kebijakan pusat fit and proper test, apakah dilaksanakan pusat atau provinsi, biasanya PO dilaksanakan satu tingkat diatasnya, ” ucapnya, seraya kalau sementara kader belum ada karena kalaupun berminat maju pilkada ditingkat Kabupaten kota.

Disisi lain, jika berkaca pada Pilgub Sumsel 2018 lalu Partai Hanura berkoalisi dengan PAN, dan NasDem mengusung Herman Deru- Mawardi Yahya, namun dalam Pilgub 2024 nanti bisa saja nanti ke salah satunya, mengingat keduanya berpisah di Pilgub 2024 ini.

“Kalau dalam persyaratan harus ada penandatanganan fakta integritas, dan kontrak komitmen pasangan cakada dengan DPP. Hal ini, agar kedepan balon punya komitmen ke Partai Hanura, jangan setelah jadi dilupakan, ” sindirnya.

Dilanjutkannya, DPP Hanura sendiri nantinya akan mengeluarkan rekomendasi SK penetapan paslon Cakada yang bersifat final dan mengikat yang diperkirakan pada akhir bulan Juli atau awal Agustus 2024.

“Indikatornya siapa yang diusung nanti, kami akan minta pendapat akar rumput, untuk memberikan masukan siapa kandidat yang berpotensi untuk menang berdasarkan pandangan mereka. Akhirnya, nanti rekomendasi kebijakan ada di DPP, ” tutupnya.

Dino