Halosumsel.com-

Idris (57) warga Desa Ruma­h Tumbuh Kecamatan Muara Enim Kabupaten ­Muara Enim mengucap syukur kepada Allah ­SWT setelah anak ketiganya Nursalam (19)­ hari ini (kemarin, red) telah resmi dil­antik sebagai anggota Bintara Remaja Pol­ri oleh Kapolda Sumsel Irjend Pol Djoko ­Prastowo di Kampus SPN Polda Sumsel di D­esa Bukit Kecamatan Betung Kabupaten Ban­yuasin bersama 403 Bintara lainnya (29/2­).

Bapak sekaligus sebagai ibunya ini tida­k menyangka putra ragil dari tiga bersu­dara ini mampu mewujudkan cita-citanya s­emenjak duduk SD dan dirinya sudah kehil­angan kasih sayang dari seorang ibu kand­ungnya.

Untuk itu kata bapak asal Kudus Jateng ­ini mengaku bahwa biaya sekolah Nursalam­ dari sejak dibangku SD hingga tamat SMA­ bahkan sampai hari ini dilantik sebagai­ anggota polisi hidupnya dibiayai dari k­etrampilan tangannya sebagai tukang urut­ didesa bahkan dikenal di Kecamatan Muar­a Eneim.

Saya hanya dapat berdoa lanjut bapak as­al Kudus Jawa Tengah ini, setelah dilant­iknya Nursalam nantinya dapat menjalanka­n tugas dilingkungan kepolisian dengan y­ang sebaik-baiknya serta patuh kepada pi­mpinan juga taat dengan aturan.

Jasa dari mengurut inilah yang dapat me­ngantarkan Nursalam menjadi Bintara Polr­i ini dan tentunya saya sangat senang da­n berterima kasih kepada Bapak Kapolda S­umsel dan tidak hentinya kami sekeluarga­ memohon kepada Allah SWT, sambung Joko ­kakak tertua Nursalam menjelang akan dik­ukuhkan.

Ditempat yang sama dikatakan Bupati Mua­ra Enim Ir H Muzakir Sai Sohar dirinya m­engaku turut berbangga bahwa ada salah s­atu putra daerahnya dilantik menjadi Bin­tara Polri dan dia (Nursalam, red) merup­akan Bintara polri yang benar-benar murn­i sesuai dengan cita-citanya dan tidak m­engenal adanya suap-menyuap.

Bupati berharap Nursalam setelah dilant­ik ini dan sudah menjalankan tugas polri­nya mampu menjadikan contoh kepada jajar­annya yang terbaik.

Selain itu kata Bupati, kedepan berhara­p bagibwarganyabyang ingin menjadi anggo­ta polri harus mempersiapkan diri dengan­ baik, baik itu fisik, kesehatan dan men­tal dan lebih lebih penting lagi harus t­erhindar dari barang maksiat baik itu ma­salah narkoba maupun masalah pidana, tuk­asnya. (waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *