Halosumsel.com-
Ditahun 2016 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menargetkan lintasan kritis Light Rail Transit (LRT) selesai dilakukan, sehingga proses pemasangan rail dapat dilakukan lebih cepat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nasrun Umar
“Lintasan kritis itu, yakni pengerjaan yang dilakukan saat ini seperti pemasangan tiang pancang,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini progres pengerjaannya masih sekitar 0-10 persen. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) prasarana diserahkan kepada Waskita (WiKa) sedangkan untuk pengadaan sendiri dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan.
“Termasuk nantinya kerusakan jalan akibat pembangunan LRT akan dilimpahkan kepada WiKa selaku kontraktor pembangunan LRT,” tegasnya.
Untuk pengerjaan rail sendiri, menurut Nasrun, akan lebih mudah dibandingkan dengan pengerjaan lintasan kritis ini, sehingga arus lalu lintas sedikit membaik dibandingkan dengan saat ini. Namun, pihaknya meminta kepada kontraktor agar tetap pengerjaannya di waktu ideal.
“Jika pengerjaannya diwaktu ideal serta tidak pada puncak arus lalu lintas sehingga kemacetan pun dinilai tidak akan terjadi,” terangnya.
Dirinya juga menerangkan, proyek ini sendiri bersifat multiyear sehingga tidak ada pembebasan lahan. Terkait permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menggeser salah satu stasiun LRT yang berada di depan Polresta ke daerah 10 Ulu, dirinya menambahkan, sejauh ini kelihatannya memang tidak perlu pembebasan lahan. Namun, pihaknya meminta untuk mengkaji kembali perpindahan tersebut.
“Kami minta kepada Pemkot untuk mengkaji kembali, dan kami juga meminta sesegera mungkin memberikan hasil kajian tersebut,” ujar Kadishub Sumsel ini.
Dirinya juga menambahkan, LRT ini sendiri nantinya terdiri dari 3 sampai 4 gerbong dengan kapasitas penumpang sekitar 600 orang. “Untuk pengadaan kereta ini sendiri, kami serahkan sepenuhnya dengan Dirjen Perhubungan. Kami berharap LRT ini dapat mengatasi kemacetan yang terjadi serta sebagai
sarana pendukung Asian Games 2018 mendatang,” harapnya.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo akan bertandang ke Sumsel untuk memantau progres pembangunan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) serta Light Rail Transit (LRT) yang saat ini tengah dilakukan di Kota Palembang.
“Rencananya tanggal 1 Maret mendatang, kalo tidak berubah” kata Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.
Dijelaskannya, kedatangan Presiden tersebut untuk memantau dan mengecek persiapan tol Palindra serta LRT. Selain itu, menurutnya kedatangan Presiden tersebut bukan untuk melakukan Groundbreaking mengingat saat ini progres pembangunan LRT sudah mencapai beberapa persen.
“Yang penting itu peresmiannya bukan groundbreakingnya. Kita lihat saja nanti,” tandasnya. (sofuan)
