Halosumsel.com-
Sudah sepekan ini pelayanan Perusahaan Listrik Negera (PLN) Cabang Betung terhadap masyarakat pelangganya dibuatnya resah, pasalnya, setiap menjelang malam dilakukan pemadaman tanpa memberikan informasi sebelumnya, yang lebih kecewa lagi kalangan Umat Muslim yang sedang melaksanakan Sholat Mahgrib atau menjelang Sholat Isya’ dan pemadaman sepihak itu bukan hanya waktu yang singkat melainkan hingga berjam-jam lamanya.
Cek Imut usai Sholat Magrib mengatakan akibat pemadaman mendadak begini barang perabotan rumah seperti kulkas, televisi dan AC dirumahnya mengalami kerusakan.
Pemadaman yang kemarin rusak kulkas yang menyebabkan tidak dingin lagi, termasuk rescuker todak lagi dapat untuk menanak nasi, pada lusanya itu pesawat televisinya langsung keluar garis putih ditengah layarnya dan sampai sekarang bekum selesai didandan, katanya.
Hal serupa diungkapkan Sumar (49) warga Betung via media sosialnya dikatakan bahwa kejadian pemadaman yang sengaja dilakukan oleh pihak menejemen PLN mengapa setiap menjelang SholatbMagrib dan Isya’.
Sumar mengaku kecewa, karena pemadaman yang dilakukan pihak menejemen PLN pun tidak diketahui kapan dan apa yang menjadi alasan menejemen PLN pun tidak jelas” sudah mahal bayarnya tetapi pelayananya semakin amburadul saja”, ucapnya sembari meninggalkan Mushola tempat Sholat.
Dan persoalan ini lanjut Sumar, sudah sering diadukan kepihak wakil rakyat, walau tidak resmi, namun kami ini sering Sholat berjamaah dengan Pak Haji, itulah keluhan masyarakat itu mengadunya kepada dewan, jelasnya.
Bukan hanya dibuatnya kecewa akibat byarpet saja dari kenerja menejemen PLN ini, tetapi justru pembayaranya terus membengkak dan lebih celakanya lagi dampak ulah dari menejemen tersebut sarana rumah tangga milik pelanggan yang sudah ketergantungan dengan listrik pun banyak yang mengalami kerusakan dan keluhan itu sudah banyak yang mengadukan kepada dirinya, aku KH. Azwar Hamid kepada wartawan media ini usai Sholat Mahgrib (29/1) beberapa saat yang lalu.
Menurut KH Azwar Hamid, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil menejernya untuk diminta keterangan dan pertanggungjawabnya mengenai kejadian yang setiap hari dirasakan oleh masyarakat pelanggan.
Anggota Komisi II DPRD Banyuasin ini meminta kepada menejemen PLN di Pangkalan Balai pada umumnya dan khususnya di Kecamatan Betung agar dapat menjelaskan permasalahan, mengapa melakukan pemadaman yang dianggap telah merugikan pelanggan itu.
Dikatakan Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuasin ini tentunya ingin mendengar yang akan menjadi alibi pihak PLN, andaikata mempersoalkan masalah BBM, sekarang pemerintah telah menurunkan harganya, maka masalah pemadaman ini pihaknya tidak mau main-main.
Jika ada unsur kesengajaan pemadaman itu ditemukan, tentu pihaknya akan merekomendasikan kepihak berwenang untuk menjatuhkan sanksi kepada pihak menejemen, tegasnya dengan logat kas jawa pangenyongan jawa tengahnya.
Selain itu sebelum ada reaksi dari masyarakat pelanggan PLN, maka pihaknya akan meminta kejelasanya terlebih dahulu, namun jika mangkir dan tidak mengindahkannya tentu tidak segan-segan rekomendasi itu mendesak agar Bupati Banyuasin turut bertanggungjawab.
Jika sampai pukul 21.00 wib pemadaman ini tidak juga ada solusi kihat saja jika ada reaksi masyarakat pelanggan yang kecewa dengan kinerja menejemen PLN yang dituding amburadul menghadapinya.(walbro)

