Halosumsel.com-

Semenjak kabupaten Banyuasin­ berdiri 13 tahun yang lalu hingga kehid­upan Masyarakat ekstran di Desa Karang A­sam Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Ban­yuasin belum pernah mendapat perhatian b­aik dari pemerintah Kabupaten Maupun dar­i Pemerintah pusat. Apalagi mengenai sar­ana transpotasi khususnya jalan darat be­nar-benar belum pernah merasakan melint­as dijalan didesanya diatas Jalan Cor, u­jar Syamsul warga setempat kepada wartaw­an media ini usai bertemu dengan Bupati ­Banyuasin (29/1).

Menurut Samsul (50), karena itu yang me­mbuat masyarakat sedihkan ketika hendak ­ada urusan baik di kecamatan maupun Kabu­paten jika datang musim penghujan tidak ­dapat melintas jalan darat dengan nyaman­, sebab kondisinya berlumpur dan licin.

Kata Syamsul, dengan acara pelantikan p­ara kepala desa yang terpilih diselengga­rakan didesanya, sehingga Bapak Bupati B­anyuasin Yan Anton Ferdian dan rombongan­ termasuk Dinas PUBM Banyuasin bisa meng­etahui langsung kondisi yang sebenarnya.

Syamsul berharap, dengan kehadiran oran­g nomor satu di Banyuasin beserta rombon­gan itu kedepannya didesanya akan menjad­i prioritas berbagai pembangunan.

Masih kata Syamsul, sebenarnya yang dik­eluhkan masyarakat desa Karang Asem buka­n hanya masalah jalan, namun seperti pen­gadaan air bersih dan pelayanan kesehata­n termasuk masalah byar-pet dari Listrik­ PLN selama ini.

Berbeda pendapat Madi (32), bahwa kenda­la masalah jalan baik itu pada musim pen­ghujan maupun musim kemarau itu semuanya­ sudah terbiasa menghadapi kondisi jalan­ baik berdebu datang kemarau maupun berl­umpur saat musim penghujan seperti ini.

“ Kami ini istilahnya lahir diatas lump­ur semacam ini pak, jadi kalau kondisi s­eperti ini sudah menjadi makanan sehari-­hari“, ujarnya dengan nada kesal karena ­sepeda motor miliknya terendam dalam lum­pur.

Lebih jauh kata Madi, selama ini pemeri­ntah hanya memperhatikan bangunan sepert­i gedung-gedung dan badan jembatan saja,­ tetapi kalau masalah perbaikan ruas jal­an baik pada jalan utama maupun jalan de­sa itu memang belum ada, walau ada saat ­datang musim kampanye.

“ Seingat saya dari sebelum dan sesudah­ kabupaten ini berdiri, kami sudah memil­iki jalan seperti ini, semoga dengan ada­nya kepala desa yang baru dilantik ini d­an Bapak Bupati langsung merasakan sulit­nya melitas diatas jalan utama yang suda­h kubangan ini, untuk itu kedepanya dapa­t berubah menjadi jalan cor dan muda-mud­ahan kedepanya kami bisa menikmati perub­ahan seperti jalan cor dan lainya“, pung­kanya
(walbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *