Halosumsel.com

PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penurunan harga bahan bakar pesawat (avtur) sebesar Rp 270 per liter dari  dari harga sebelumnya Rp. 7900 per liter menjadi Rp 7630 perliter. Namun penurunan ini tidak semerta- merta membuat maskapai Garuda melakukan penurunan tariff tiket.

General Manajer Garuda Indonesia cabang Palembang, Asa Perkasa menjelaskan, pihaknya memang telah mengetahui adanya penurunan avtur sejak pertengahan Januari 2016. Selain itu, pihaknya juga telah mengetahui adanya pemutusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakuakn penyesuaian harga dengan menurunkan batas atas tarif pesawat kelas ekonomi.

“Tentunya tidak signfikan, memang ada wacana untuk melakukan penyesuaian tarif pasca avtur turun. Namun kami belum mendapatkan informasi lebih rinci terkait itu dan masih menunggu dari pemerintah teknisnya,“ katanya.

Hanya saja, tambah Asa, tarif batas bawah (TBB) 30 persen dari tarif batas atas (TBA). Tujuannya, untuk menjaga tidak terjadi price war atau perang harga antar maskapai. “Selain itu, system ini untuk menjaga moda transportasi lain tidak mati. Tapi ini juga tergantung terhadap maskapai masing- masing,” terangnya.

Asa melanjutkan, adanya penurunan tariff memang biasa akan dilakukan ketika adnaya waktu promo yang biasa akan terjadi pada awal tahun. “Apalagi disaat ekonomi sulit saat ini, biasanya akan ada promo harga. Dengan tingkat penerbangan terbanyak tujuan Jakarta,” tuturnya.

Berbeda yang diungkapkan Darmano Purba District Manager Sriwijaya Air Branch Office Palembang mengatakan,  kalau Avtur turun pasti ada penyesuaian tarif tiket pesawat mencapai 5 persen. “Jika memang penurunan Avtur signifikan, bisa saja penurunan lebih dari 5 persen. tapi hal ini juga dilihat dari dollar yang juga berpengaruh besar terhadap etentuan tarif maskapai,” pungkas Darmano. (ofie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *