Halosumsel.com-
Anggota TNI dari 401-01 Pangkalan Balai dikerahkan untuk melakukan pengawalan berbagai Saprodi untuk keperluan Petani padi untuk warga desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin dari gudang pupuk bersubsidi Pusri Palembang langsung ke sawah para petani sejak Senin (28/3) kemarin hingga hari ini.
Hal tersebut menjadi sebuah beban tanggung jawab TNI dengan tujuan dalam rangka upaya khusus (Upsus) padi indek pertanaman (IP 200) program pemerintah RI tahun 2016.
Ketua Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Ismail mengatakan, para petani sangat terbantu sekali dengan diberi modal tanam berupa bibit, pupuk dan racun hama serta racun rumput.
“Bantuan tersebut sangatlah berharga sekali bagi para petani Santan Sari yang memiliki lahan seluas 150 Ha, dan bantuan ini bagi kami adalah modal bagi petani untuk mensejahterakan kami,” kata Ismail.
Ismail mengharapkan, bantuan tersebut yang berupa pupuk, racun dan bibit padi atau istilah pertanian sarana prasarana penunjang produksi (Saprodi) dalam upaya meningkatkan produksi maka akan dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran.
Dikatakannya, sebenarnya langkah bantuan sarana produksi pangan seperti ini adalah modal bagi petani yang tanggap. Bantuannya tepat sekali disaat para petani sedang mengalami kerugian akibat hasil tahun kemarin yang belum maksimal akibat diserang hama blast.
Kedepan kata Ismail, benih padi bantuan yang jenis Mekongga akan bisa memberi harapan banyak berhasil, karena tahun kemarin petani selalu menggunakan padi varietas ciherang yang sudah kurang beradaptasi dengan alam.
“Kali ini kami dibantu bibit padi jenis Mekongga, varietas tersebut sudah kami terima beserta insektisida, herbisida, pupuk organik Pomi dan BK serta pupuk an-organik,” jelas Ismail.
Sementara Babinsa Desa Santan Sari Heri mengharapkan petani memanfaatkan fasilitas yang ditunjang dari pemerintah dalam berupa pupuk, bibit, insek, herbi, dan bio organik untuk menambah penghasilah petani.
Negara sedang menggalakkan swasembada pangan hingga tahun 2017, petani Desa Santan Sari mendapat amanah untuk menanam bantuan tersebut pada musim tanam tahun 2016 ini.
“Kami selaku alat Negara akan siap mengawal bantuan tersebut agar tidak dirusak atau hilang dijalan karena perjalanan dari gudang Pusri sampai ke sawah petani lumayan jauh melewati kebun dan lebih dini waspada,” Tukas Heri Babinsa Desa Santan Sari. (Waluyo)

