Halosumsel-
Lagi Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel meringkus bandar narkoba lintas provinsi yang masuk ke kota Palembang. Seorang buruh, Muhammad Iqbal (28) warga Jalan Ahmad Yani Lorong KA Majid No 35 RT 19 RW 05 Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I dibekuk saat mengantarkan pesanan berupa dua kilogram shabu dan 18.100 butir pil ekstasi di depan halaman Hotel Maqdis, Rabu (26/4) sore.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Martoyo MSi didampingi Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, tangkapan ini merupakan pengembangan dari tersangka sebelumnya berinisial AA, E, K, D dan HP yang sudah ditembak mati.

“Sebelumnya kita sudah gerbek showroom mobil dan rumah yang berlokasi di Kenten Azhar. Disana anggota kita menyita barang bukti yang cukup mengiurkan. Dari nyanyian mereka, kita juga berhasil mengungkap pengiriman barang berupa shabu sebanyak dua kilogram dan pil ekstasi sebanyak 18.100 butir, sementara untuk 10 kilogram shabu kemarin merupakan tangkapan dari Satuan Gabungan BNN, Polda dan Bea Cukai. Kini kami masih terus mengembangkan asal barang tersebut,” jelas orang nomor satu di Mapolda Sumsel itu.

Dari hasil penyelidikan selama satu bulan terakhir sedikitnya empat tersangka berhasil diamankan sedangkan satu tersangka ditembak mati karena melakukan perlawanan. Dari kelima tersangka, anggota menyita barang bukti berupa sepucuk senjata api, shabu seberat 10,213 gram dan pil ekstasi seberat 29,427 gram.

“Memang mereka ini jaringan Aceh – Jambi – Palembang. Kedepan kami akan awasi terus jalan lintas provinsi, baik itu Jalintim maupun Jalinteng yang dianggap pelintasan aman untuk memasukkan barang haram seperti ini,” tandasnya.

Ditambahkan Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari bahwa Sumatera Selatan merupakan jalur lintas masuk narkoba. Tidak hanya disini, di Kalimantan juga merupakan target para pemain partai besar.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk kerjasama BNN, Polda, TNI dan Bea Cukai. Seperti diketahui jaringan narkoba ini selalu terputus, namun kalau saya lihat, sebenarnya masih berkaitan. Mereka tidak lain, jaringan lintas provinisi dan kami yakin pasti ada jaringan lainnya,” tutupnya serius.(agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *