Halosumsel-
Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Emi sumirta SE. Sekaligus Ketua DPW Perguruan Pagar Nusa Sumsel, mengkritisi eksistensi pendekar silat yang ada di Banyuasin, Pasalnya. Dirinya mendapatkan informasi bahwa setiap yang berlaga pada pertandingan baik tingkat Nasional maupun Internasional perguruan yang tersebar di Banyuasin tidak begitu mendominasi dalam sumbangan pendekar, seperti terkesan di monopoli oleh satu perguruan saja, dan saat bertanding bukan membawa nama Banyuasin, namun membawa nama kesatuan, dengan panggilan jiwa membangun kearifan lokal, dirinya mengaku siap menyumbangkan pendekar dari perguruan yang dirinya pimpin saat ini baik Putra maupun Putri, baik untuk katagori petarung maupun katagori Seni.
“Saya sebagai Putra daerah Banyuasin menyayangkan bila yang tampil selalu satu perguruan, dan terdengar bukan membawa nama Banyuasin tapi nama Kesatuan, saya menantikan kapan pendekar yang ada di belasan perguruan dapat mewakili tanah kelahiran mereka, tapi insya allah saya yakin di banyuasin banyak bibit atlet dan pendekar yang belum tergali, kedepan mari kita bangga dengan atlet banyuasin, dari perguruan mana pun tidak selalu dari satu perguruan dan membawa bendera serta nama Sedulang Setudung ke Negeri orang”Ucapnya. Saat dibincangi, Rabu. 1/11/17.
Dirinya mengatakan, pihaknya siap menyumbangkan pendekar bila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh Pemkab Banyuasin khususnya IPSI Banyuasin.
“Sebatas informasi PN punya atlet perempuan dari Banyuasin untuk seni perorangan, ganda dan beregu, yang alhamdulillah mendapat medali perak di kejurnas tahun lalu, Asli putra putri terbaik Banyuasin dan berdomisili di Banyuasin yang selama ini tidak terekspose oleh media, tinggal di kecamatan tungkal Ilir, Jika IPSI membutuhkan saya selaku ketua wilayah PN sumsel menyatakan siap utk mengharumkan nama kabupaten yg kita cintai ini”ujarnya.
Dirinya menegaskan, bila DPC PN Kabupaten Banyuasin tidak ikut andil dalam kegiatan kejuaraan dan seleksi yang dilaksanakan oleh IPSI Banyuasin, maka dirinya memanggil serta meminta keterangan atas ketidak ikutan mereka.
” Kalo masalah PN banyuasin tidak pernah hadir, Akan saya tindak lanjuti selaku Ketua wilayah pasti akan menanyakan alasan mereka. Mungkin karena saya bukan pengurus Banyuasin jadi saya tidak tahu dengan kegiatan di Banyuasin. Yang saya tahu mereka memberikan laporan ketika tahun kemaren kejurda mereka ikut dan alhamdulillah ada beberapa menang. Dan tahun ini saya belum menerima laporan, “tegasnya.
Dirinya juga mengapresiasi kepengurusan IPSI dibawah kepemimpinan Drs. H. Indra Hadi, M. Si. Bahwa IPSI sudah sering melakukan kegiatan di Pemkab Banyuasin.
“Saya pribadi dan selaku anggota DPRD Banyuasin mendukung penuh kepemimpinan Drs. Indra Hadi, sebagai ketua IPSI, ditangannya IPSI mulai sering melakukan kegiatan, saya harapkan kedepan tiap-tiap perguruan dapat terwakili dalam mewakili Bumi Sedulang setudung ini dalam setiap ajang, “tukasnya.
Sementara, Drs. Indra Hadi, sebagai ketua IPSI Banyuasin mengaku berusaha lebih adil dan merangkul setiap perguruan, bahkan terus mencari perguruan yang ada di Banyuasin ini untuk dihimpun dalam IPSI.
“Kami pengurus IPSI sudah berusaha untuk, membangun pecak silat yang ada di Banyuasin dan sudah banyak Atlet yang mengharumkan daerah dan nasional bahka internasional, kami pengurus selalu berusaha menghimpun perguruan yang ada di Banyuasin ini”Ucapnya.
Ditegaskannya, pendekar atau atlet silat yang dikirim ke kejuaraan sudah sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Untuk Atlet yang dikirim sesuai kesepakatan seluruh perguruan Pecak Silat di Banyuasin harus mengikuti seleksi yang sudah dilaksanankan.”tukasnya(.Topik)

