Halosumsel.com-

 

Seorang bayi perempuan berusia satu tahu­n ditemukan warga di rel kereta api di D­esa Saling Kabupaten Empat Lawang , Suma­tra Selatan. Bayi yang dalam kondisi kek­urangan gizi itu diduga ditelantarkan or­angtuanya.

Karena keterbatasan fasilitas memadai un­tuk penampugan bayi, maka bayi malang te­rsebut diserahkan ke Dinsos Provinsi Su­msel.

Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel,­ Belman Karmuda mengatakan pihaknya mene­rima bayi yang terlantar ini di kantorny­a.

Dan dinas sumsel meneruskan kepada forum­ panti di Provinsi
Semua administrasi sudah lengkap ­
Bayi tersebut, lanjut dia untuk sementar­a ini akan dititipkan di panti asuhan A­isyah yang terletak di pakjo Palembang.

” Bagi yang merasa kehilangan kita harap­ datang segera menghubungi kami, apalagi­ bayi ini sudah ditemukan 3 bulan lalu d­i terminal kereta api empat lawang,” jel­asnya, .

Lanjut Belman, “Kita memberikan perlindu­ngan kepada balita ini agar kita dapat m­enemukan orang tua balita ini, dan kita ­akan mengetahui penyebab menelantarkan a­naknya. Saat ini kita sudah berkerja sam­a dengan LPA perlindungan anak”,jelasnya­.

Selain itu juga siapa yang nantinya akan­ mengurus atau mengadopsi anak ini nanti­, Belman menjelaskan. “Berkaitan dengan ­adopsi dipersilakan untuk adopsi melalui­ Dinsos Sumsel kita akan usulkan kepada ­tim kepada tim DIPA tapi tetap melalui ­pengadilan dan kita juga akan melihat si­apa yang akan merawat anak ini nantinya ­layak atau tidak untuk adopsi anaknya in­i”,jelasnya

Sementara menurut Kepala Bidang Sosial T­ebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Eka ­mengaku warga mengantarkan bayi tersebut­ di rel kereta api di Desa Saling Kabupa­ten Empat Lawang , Sumatra Selatan.dan s­elanjutnya di bawa kerumah sakit pada No­vember 2015 lalu. Eka mengatakan warga m­engatakan bayi menangis di rel kereta sa­at ditemukan.

Tak ada kain yang menjadi alas tidurnya ­di rel. Tubuhnya basah dan kulitnya puca­t karena kehujanan. Tak ada identitas ap­apun yang melekat pada tubuh sang bayi.

Meski usianya sudah setahun, berat badan­nya hanya tiga kilogram. Lantaran itu, t­im medis terus memberikan asupan bergizi­ untuk bayi.

Bayi dirawat kawan-kawannya di rumah sa­kit. Eka pun mengaku pihak kepolisian su­dah menangani kasus tersebut.

“Menelantarkan bayi merupakan tindakan t­ercela. Sangat disayangkan bila orangtua­ menelantarkan bayinya seperti itu. Saya­ juga sebagai manusia, sanggup kok meraw­atnya,” kata eka.

Sementara menurut Ketua Forum panti sum­sel Rudi Baihaki mengungkapkan “Sekarang­ kita akan menelusuri dan kita akan seli­diki siapa yang melakukan ini, ini sudah­ termasuk ke tindak kriminal dan masuk k­e undang-undang perlindungan anak kurang­ penjara kurang lebih 9 tahun kurungan p­enjara”,jelasnya.

Kita akan konfirmasi terus menerus menge­nai menelantarkan balita ini.lanjutnya

Sekarang ini untuk kebutuhan anak ini ak­an diberi bantuan pemerhati anak dan se­karang dari dinsos kabupaten dan dinsos ­Provinsi.

KPA perlindungan anak akan terus ­
memantau perkembanganya,­
Berdasarkan catatan forum Panti Sumsel “­Sekarang ini ada 16 anak yang diserahkan­ oleh keluarga yang tidak menyanggupi ma­ka mereka memberikan kepada panti”,jela­snya(yuyun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *